Paparan Sinar Matahari Kronis Picu Tumor Kelopak Mata, Begini Cara Mencegahnya
Penggunaan kacamata hitam anti-UV dan tabir surya penting untuk melindungi kelopak mata dari risiko tumor ganas karsinoma sebasea akibat paparan matahari.
Jakarta – Penggunaan kacamata hitam anti-sinar ultraviolet (UV) dapat membantu melindungi kelopak mata dari risiko tumor akibat paparan sinar matahari secara terus-menerus. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis mata, dr. Tri Wahyu, Sp.M.
"Kalau kita aktivitas di ruang terbuka yang terkena sinar matahari lama, sunscreen protection itu perlu, tidak cuma untuk perempuan, tapi laki-laki juga perlu," kata dr. Tri Wahyu Sp.M dalam acara diskusi bersama RS Pondok Indah di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
"Kacamata hitam bisa untuk melindungi area mata maupun kelopak mata itu sendiri dari sinar UV," kata lulusan Universitas Padjadjaran itu.
Tri menjelaskan bahwa paparan sinar matahari kronis selama bertahun-tahun menjadi salah satu faktor risiko munculnya tumor pada kelopak mata yang disebut karsinoma sebasea. Karsinoma sebasea sendiri merupakan jenis tumor ganas yang menyerang kelenjar sebasea pada kulit. Kasus tumor jenis ini dilaporkan lebih banyak dialami oleh laki-laki.
Selain karsinoma sebasea, terdapat jenis kanker kulit lain yang juga dapat menyerang area tersebut, yakni karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal. Tri mengingatkan masyarakat untuk waspada karena gejala awal tumor ganas ini sering kali menyerupai benjolan biasa atau bintitan.
"Awal-awalnya mirip bintitan, ada matanya, bisa cuma satu jendolan saja, merah, bengkak, yang di-treat pada awalnya dia sebagai bintitan," kata dr. Tri.
"Namun dengan tindakan, dengan obat-obatan, dia tidak responsif dan memberikan hasil yang buruk, makanya curiga ke arah ke keganasan," ia menambahkan.
Terkait penanganan, karsinoma sebasea dapat diatasi melalui tindakan operasi pengangkatan tumor yang kemudian dilanjutkan dengan rekonstruksi pasca-pengangkatan.
Beda Tumor Ganas dengan Bintitan Biasa
Lebih lanjut, Tri memaparkan bahwa kelopak mata juga kerap mengalami benjolan non-kanker atau bintitan akibat infeksi. Benjolan kecil di tepi kelopak mata ini dikenal secara medis sebagai hordeolum. Kondisi tersebut terjadi karena infeksi pada kelenjar di tepi kelopak mata atau kelenjar Moll dan Zeis di folikel rambut.
"Biasanya ini umumnya disebabkan oleh infeksi," katanya.
"Jadi, teman-teman yang mungkin sering aktivitas outdoor atau sering bawa kendaraan, terus sering terpapar debu, ini rentan akan terjadi hordeolum," ia menambahkan.
Selain hordeolum, ada pula benjolan di tepi kelopak mata bagian atas yang disebut kalazion. Berbeda dengan hordeolum, kalazion muncul akibat adanya penyumbatan pada kelenjar Meibom.
Untuk penanganannya, hordeolum dan kalazion dapat diatasi dengan pemberian obat antibiotik berupa tetes mata maupun salep, konsumsi antibiotik minum, serta rutin melakukan kompres hangat dan pijatan lembut pada kelopak mata.
Sebagai informasi, kasus tumor kelopak mata mencakup sekitar 5 persen hingga 10 persen dari seluruh kasus keganasan tumor kulit di tubuh. Secara umum, orang berkulit putih memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap kanker kulit dibandingkan dengan orang yang memiliki kulit berpigmen, seperti masyarakat di kawasan Asia atau Austronesia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

