Anak Kecanduan Gadget? Ini Cara Efektif Mengalihkannya ke Aktivitas Positif
Anak ketergantungan gadget dan mudah tantrum? Psikolog ungkap cara efektif mengalihkan ke aktivitas positif tanpa larangan keras, kunci utamanya ada pada peran orang tua.
JAKARTA – Penggunaan gadget pada anak kini menjadi perhatian serius, terutama karena dampaknya yang kian terasa dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit anak ketergantungan gadget dengan menghabiskan waktu berjam-jam bermain game seperti Roblox atau berselancar di media sosial. Ketika akses tersebut dibatasi, reaksi emosional seperti marah hingga tantrum pun kerap muncul.
Psikolog klinis Mira Amir menilai, pendekatan terbaik untuk mengurangi ketergantungan ini bukan sekadar melarang, melainkan menghadirkan alternatif aktivitas yang lebih menarik.
"Anak pada dasarnya memiliki banyak pilihan kegiatan yang bisa dilakukan tanpa bergantung pada layar, asalkan orang tua mau terlibat langsung," kata Mira dilansir CNNIndonesia.
Salah satu cara efektif adalah mengajak anak melakukan aktivitas fisik di luar rumah. Bermain sepeda, berlari, berenang, atau sekadar berjalan santai dapat membantu anak menyalurkan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada gadget. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga memberi pengalaman nyata yang tidak bisa didapat dari dunia digital.
Tak hanya itu, permainan kreatif seperti masak-masakan atau permainan tradisional juga dapat menjadi pilihan. Aktivitas ini mendorong anak mengasah imajinasi, meningkatkan keterampilan sosial, serta belajar menciptakan kesenangan tanpa bantuan teknologi.
Alternatif lain yang tak kalah penting adalah membaca bersama. Orang tua dapat membacakan buku atau berdiskusi ringan tentang cerita yang dibaca. Selain memperkaya kosakata, momen ini juga mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Menurut berbagai penelitian yang dimuat dalam Journal of Environmental Psychology, aktivitas di luar ruangan terbukti membantu anak mengekspresikan diri, meningkatkan kesejahteraan emosional, serta mengurangi stres dan kegelisahan.
Namun pada akhirnya, kunci utama dari semua upaya ini terletak pada komitmen orang tua. Kehadiran dan keterlibatan aktif dalam keseharian anak menjadi faktor penentu. Tanpa itu, gadget akan tetap menjadi pilihan paling mudah bagi anak untuk mengisi waktu.
Mengurangi ketergantungan gadget bukan hanya soal membatasi, melainkan membangun kebiasaan baru yang lebih sehat, menyenangkan, dan bermakna bagi tumbuh kembang anak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

