Perbedaan Gudeg Yogyakarta dan Solo, Dari Tampilan juga Rasa
Gudeg Yogyakarta. (FOTO: RRI)

Perbedaan Gudeg Yogyakarta dan Solo, Dari Tampilan juga Rasa

Makanan ini sudah ada sejak abad ke-15, pada masa Kerajaan Mataram Islam di alas mentaok, Kotagede, Yogyakarta. Gudeg tercipta rajurit kerajaan karena mendapati buah nangka muda, melinjo dan kelapa berlimpah.

TIMES Jakarta,Selasa 9 September 2025, 02:39 WIB
665.5K
D
Dhina Chahyanti

jakartaGudeg dikenal sebagai kuliner khas Yogyakarta. Makanan berbahan nangka muda yang dimasak lama dengan bumbu khas khusus. 

Biasanya gudeg disandingkan dengan pelengkap lainnya, seperti cecek pedas, telur, dan dan ayam bacem. Rasanya cenderung manis legit dan pedas dari cecek. 

Makanan ini sudah ada sejak abad ke-15, pada masa Kerajaan Mataram Islam di alas mentaok, Kotagede, Yogyakarta. Gudeg tercipta rajurit kerajaan karena mendapati buah nangka muda, melinjo dan kelapa berlimpah.

Gudeg kemudian dijadikan bekal makanan prajurit Sultan Agung saat menyerang Batavia. Alasannya, makanan ini awet berhari-hari, sehingga praktis sebagai perbekalan. 

Selain gedeg denga bahan dasar nangka muda, ada juga gudeg manggar yang terbuat dari bunga kelapa. Konon hidangan ini menjadi favorit Sultan Agung.

Meski lekat dengan sejarah Yogyakarta, namun gudeg ternyata juga ada di Solo. Meski sama-sama bernama gudeg, dan menggunakan bahan dasar yang sama, ada perbedaan yang mencolok antara Gudeg Jogja dan Solo. 

Gudeg Yogyakarta

Telah diurai di atas, gudeg Jogja punya tekstur yang kering, karena nangka muda dimasak dengan waktu yang lama hingga airnya habis. Dengan bumbu rempah dan gula jawa serta santan, menjadikan gudeg Jogja berwarna cokelat kemerahan dengan rasa legit manis. 

Sebagai pendamping ada cecek pedas, telur, dan ayam bacem.

Gudeg Jogja biasanya dikemas menggunakan besek dan/ atau panci gerabah yang disebut kendil. Dengan pengemasan tersebut, gudeg Jogja bisa lebih awet dan cocok sebagai oleh-oleh. 

article
Gudeg Solo. (FOTO: Sajian Sedap)

Gudeg Solo

Sementara gudeg Solo disebut juga gedeg basah karena diberi kuah santan putih dengan rasa gurih asin. Kuahnya terbuat dari santan kental yang disebut areh. Areh membuat tekstur gudeg menjadi lebh lembut dengan rasa manis gurih yang ngeblend.

Sandingannya juga lebih beragam selain krecek, telur dan ayam bacem, ada juga yaitu daun singkong rebus, kacang tolo dan ceker ayam dan tetelan sapi. 

Meski berkuah, gudeg solo juga biada dijadikan oleh-oleh. Terlebih saat ini sudah terdapat kemasan yang aman. 

Kalau Anda tim gudeg Jogja atau Solo TIMES Lovers? (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Dhina Chahyanti
|
Editor:Dhina Chahyanti

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.