TIMES JAKARTA, JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menginstruksikan masyarakat untuk memperketat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna menangkal penularan influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai superflu.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, penggunaan masker saat sakit, serta penerapan etika batuk. Selain itu, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh melalui asupan nutrisi seimbang, hidrasi yang cukup, istirahat teratur, dan rutin berolahraga.
Ani juga mengingatkan warga untuk segera mencari bantuan medis jika gejala tidak kunjung membaik, terutama jika muncul tanda-tanda pneumonia berat.
"Waspadai napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta saturasi oksigen di bawah 92 persen. Jika keluhan berlanjut, segera ke fasilitas kesehatan," ujar Ani di Jakarta, Minggu (4/1/2026).
Data Sebaran dan Hasil Surveilans
Berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) oleh Kementerian Kesehatan per 25 Desember 2025, subclade K pertama kali terdeteksi pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans di berbagai wilayah. Hingga saat ini, tercatat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat
Meskipun demikian, pemerintah memastikan bahwa situasi influenza tipe ini masih dalam kondisi terkendali. Hingga akhir Desember 2025, tidak ditemukan bukti adanya peningkatan tingkat keparahan jika dibandingkan dengan jenis influenza lainnya.
Tren Penurunan Kasus di Jakarta
Kabar baiknya, data Dinkes DKI menunjukkan tren penurunan kasus influenza A sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025. Penurunan serupa juga terlihat pada angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia secara umum.
Secara nasional, penyakit mirip influenza (ILI) memang sempat melonjak hingga 74 persen pada Agustus 2025 yang didominasi tipe Influenza A. Di Jakarta sendiri, total kasus ISPA periode Januari hingga Oktober 2025 mencapai 1.966.308 kasus, dengan tren peningkatan yang sempat terjadi sejak bulan Juli sebelum akhirnya melandai. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Cegah Penularan Superflu, Dinkes DKI Jakarta Imbau Warga Terapkan PHBS
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |