5 Tips Puasa Lancar bagi Penderita Maag dan GERD
Penderita maag tetap bisa berpuasa dengan lancar dengan menerapkan 5 tips praktis agar lambung tetap aman, tidak kembung, dan bebas nyeri selama menjalankan puasa.
Jakarta – Bagi penderita maag atau GERD, datangnya bulan Ramadan terkadang membawa sedikit rasa cemas. Pertanyaan seperti "Apakah lambungku akan kuat?" atau "Bagaimana jika asam lambung naik di tengah hari?" sering kali muncul.
Kabar baiknya, puasa justru bisa menjadi momen "istirahat" bagi sistem pencernaan jika dilakukan dengan pola yang benar. Kuncinya bukan pada menahan laparnya, melainkan pada apa dan bagaimana cara kita mengisi perut saat sahur dan buka. Berikut adalah tips puasa agar tetap lancar tanpa gangguan nyeri lambung:
1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Sahur adalah fondasi utama. Melewatkan sahur berarti membiarkan lambung kosong dalam waktu yang terlalu lama (bisa lebih dari 15 jam), yang memicu peningkatan asam lambung secara drastis. Pilih karbohidrat kompleks seperti konsumsi nasi merah, oatmeal, atau gandum. Jenis makanan ini dicerna lebih lambat, sehingga perut terasa kenyang lebih lama dan asam lambung lebih stabil.
2. Hindari "Trio Penantang" Lambung
Saat berbuka, godaan makanan enak memang sulit dilawan. Namun, bagi pemilik maag, sebaiknya hindari atau batasi tiga jenis makanan ini:
-
Makanan Pedas dan Asam: Memicu iritasi pada dinding lambung.
-
Makanan Berlemak/Gorengan: Lemak membutuhkan waktu lama untuk dicerna dan dapat melemahkan katup kerongkongan, memicu heartburn.
-
Minuman Berkafein & Soda: Kopi dan soda dapat merangsang pengeluaran asam lambung secara berlebih.
3. Berbuka dengan Porsi Kecil dan Bertahap
Kesalahan fatal adalah "balas dendam" saat azan Maghrib tiba. Mengisi perut yang kosong langsung dengan porsi besar akan membuat lambung kaget dan meregang tiba-tiba. Awali dengan air putih hangat dan sedikit kurma. Berikan jeda sekitar 20–30 menit (misalnya setelah salat Maghrib) sebelum masuk ke menu utama yang lebih berat.
4. Atur Posisi Tubuh Setelah Makan
Rasa kantuk setelah sahur atau buka memang berat, tapi jangan langsung tidur! Berbaring setelah makan memudahkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Beri jeda minimal 2 jam setelah makan sebelum tidur. Jika harus berbaring, gunakan bantal yang agak tinggi agar posisi kepala lebih tinggi dari perut.
5. Kelola Stres dengan Baik
Tahukah Anda bahwa asam lambung tidak hanya dipicu oleh makanan, tapi juga pikiran? Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung secara signifikan. Jadikan momen puasa untuk lebih rileks, berdzikir, atau melakukan meditasi ringan agar sistem saraf tetap tenang.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Jika Anda merasa nyeri yang luar biasa, mual muntah yang hebat, atau gejala maag tidak membaik meski sudah mengatur pola makan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Penggunaan obat penurun asam lambung (seperti jenis PPI atau antasida) saat sahur biasanya sangat membantu berdasarkan anjuran medis. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



