Gula Darah Mendadak Naik? Ini 4 Cara Cepat dan Aman Menurunkannya
TIMES Jakarta/Ilustrasi. Menurunkan kadar gula darah tinggi dengan cepat dapat dilakukan dengan beberapa cara. Apa saja?

Gula Darah Mendadak Naik? Ini 4 Cara Cepat dan Aman Menurunkannya

gula darah tinggi,, insulin diabetes, gejal, kesehatan diabetes, tips kesehatan, insulin diabetes, gejala gula darah tinggi, pengobatan diabetes, kesehatan tubuh.

TIMES Jakarta,Minggu 8 Maret 2026, 04:14 WIB
117
H
Hendarmono Al Sidarto

JAKARTALonjakan kadar gula darah perlu segera diatasi agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, terutama bagi penderita diabetes. Ketika gula darah meningkat tajam atau dikenal sebagai hiperglikemia, risiko gangguan kesehatan bisa meningkat jika tidak segera ditangani.

Kondisi ini memang dapat dialami siapa saja. Namun pada penderita diabetes, kadar gula yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat memicu komplikasi berbahaya. Karena itu, penting bagi pasien untuk mengetahui langkah cepat yang bisa dilakukan untuk menstabilkan gula darah.

Dokter spesialis endokrinologi, Beatrice Hong, melansir dari Prevention, menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, gula darah yang sangat tinggi dapat berkembang menjadi kondisi darurat seperti ketoasidosis diabetik maupun sindrom hiperglikemik hiperosmolar. Kedua kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera.

Dalam jangka panjang, kadar gula darah yang terus tinggi juga dapat merusak berbagai organ tubuh. Diabetes dikenal sebagai penyakit sistemik yang berpotensi menimbulkan masalah pada mata, ginjal, saraf, jantung, hingga kesehatan kaki.

Lantas, apa saja langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan gula darah secara cepat namun tetap aman?

1. Pastikan penggunaan insulin tidak terlewat
Bagi penderita diabetes yang menjalani terapi insulin, langkah pertama adalah memastikan dosis tidak terlewat dan alat seperti pompa insulin bekerja dengan baik. Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas dan berfungsi membantu memindahkan glukosa dari aliran darah ke dalam sel sebagai sumber energi.

Jika insulin diberikan sesuai anjuran dokter, kadar gula darah dapat turun lebih cepat. Namun perlu diingat, insulin yang disimpan pada suhu terlalu panas dapat menurun efektivitasnya sehingga cara penyimpanan harus diperhatikan.

2. Konsumsi obat diabetes sesuai jadwal
Obat diabetes umumnya harus diminum secara teratur. Ketika satu dosis terlewat, kadar gula darah bisa meningkat. Setelah obat diminum kembali, gula darah biasanya akan turun, meskipun prosesnya tidak secepat insulin.

Beberapa obat seperti metformin membutuhkan waktu lebih lama untuk bekerja. Karena itu, obat tidak dianjurkan diminum hanya ketika gula darah naik, tetapi harus mengikuti jadwal serta petunjuk dokter.

3. Perbanyak minum air putih
Dokter spesialis endokrinologi Lorena Wright menyarankan penderita diabetes untuk lebih banyak mengonsumsi air putih dibandingkan minuman manis atau jus buah.

Saat kadar gula darah meningkat, ginjal akan berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan berisiko menyebabkan dehidrasi. Minum air putih membantu tubuh membuang gula berlebih sekaligus membantu menurunkan konsentrasi glukosa dalam darah.

4. Lakukan aktivitas fisik ringan
Jika kondisi tubuh memungkinkan dan tidak disertai gejala berat seperti mual atau muntah, aktivitas fisik ringan juga dapat membantu menurunkan gula darah.

Menurut Hong, berjalan kaki dengan intensitas sedang selama sekitar 20 menit setelah makan dapat menurunkan kadar gula darah hingga 20–30 persen. Saat otot aktif bergerak, tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga kadar gula dalam darah berkurang.

Namun olahraga sebaiknya dihindari jika muncul tanda ketoasidosis seperti mual hebat, muntah, atau nyeri perut, karena kondisi tersebut memerlukan penanganan medis.

Selain melakukan pemeriksaan menggunakan alat pengukur gula darah, tubuh biasanya memberikan sinyal ketika kadar gula meningkat. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain sering buang air kecil, rasa haus berlebihan, pusing, kesemutan di tangan, kelelahan, penglihatan kabur, hingga mual dan nyeri perut.

Menurunkan gula darah saat terjadi lonjakan memang penting. Namun pencegahan tetap menjadi kunci utama. Pola makan seimbang, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik teratur, serta pemantauan kadar gula darah secara rutin dapat membantu mencegah komplikasi diabetes di kemudian hari.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hendarmono Al Sidarto
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.