WhatsApp Disebut Tak Benar-benar Terenkripsi, Karyawan Bisa Akses Pesan Pengguna
Jaksa Agung Texas Ken Paxton menggugat Meta dan WhatsApp atas tuduhan bahwa pesan tidak terenkripsi sepenuhnya dan karyawan dapat mengakses komunikasi pengguna. Ia menuntut pengadilan melarang akses tanpa persetujuan eksplisit.
JAKARTA – Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, mengajukan gugatan terhadap Meta Platforms Inc. dan WhatsApp LLC dengan tuduhan bahwa perusahaan telah menyesatkan konsumen terkait kekuatan dan cakupan perlindungan privasi pada aplikasi pesan WhatsApp.
Kantor jaksa agung menyatakan bahwa pesan yang dikirim melalui layanan tersebut sebenarnya tidak terenkripsi sepenuhnya dan karyawan aplikasi dapat mengakses komunikasi pengguna.
"Jaksa Agung Ken Paxton mengajukan gugatan terhadap Meta Platforms Inc. dan WhatsApp LLC setelah perusahaan tersebut menyesatkan konsumen terkait kekuatan dan cakupan perlindungan privasi pada aplikasi pesan WhatsApp," demikian pernyataan resmi kantor jaksa agung, Jumat (22/5/2026) waktu setempat.
Paxton menuntut persidangan oleh juri dan meminta pengadilan mengeluarkan perintah yang melarang para tergugat mengakses pesan warga Texas tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna.
Dia juga menegaskan bahwa klaim perusahaan tersebut telah menyebabkan jutaan pengguna secara keliru percaya bahwa percakapan mereka sepenuhnya bersifat pribadi dan tidak dapat diakses pihak ketiga.
Ini bukan pertama kalinya Paxton mengambil langkah tegas terhadap raksasa teknologi. Pada 2024, dia mencapai kesepakatan senilai 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp24,8 triliun) dengan Meta terkait pengumpulan data biometrik tanpa izin. Kemudian pada 2025, Google juga menyetujui penyelesaian sebesar 1,375 miliar dolar AS (Rp24,3 triliun) atas tuduhan pelacakan dan pengumpulan data pribadi warga Texas secara ilegal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

