Taufik Hidayat Minta Pemain Muda Jadikan Indonesia Open 2026 Panggung Naik Kelas
Ketua Umum PBSI Muhammad Fadil Imran (kanan) berbincang dengan Wakil Ketua Umum I PBSI Taufik Hidayat (kiri) di sela-sela konferensi pers jelang Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta, Senin (1/6/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/wsj)

Taufik Hidayat Minta Pemain Muda Jadikan Indonesia Open 2026 Panggung Naik Kelas

Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat meminta para pebulu tangkis muda memanfaatkan Polytron Indonesia Open 2026 sebagai ajang pembuktian mental dan tolok ukur menghadapi elite dunia di Istora Senayan.

TIMES Jakarta,Senin 1 Juni 2026, 21:26 WIB
654
A
Antara

JakartaWakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, meminta para pemain muda Indonesia memanfaatkan ajang Polytron Indonesia Open 2026 secara maksimal. Turnamen level BWF World Tour Super 1000 ini harus dijadikan panggung untuk belajar, berkembang, sekaligus mengukur kemampuan saat menghadapi para pemain terbaik dunia.

Menurut Taufik, kesempatan tampil di hadapan publik sendiri di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, menjadi modal penting dalam proses pembinaan dan regenerasi jangka panjang bulu tangkis tanah air.

"Kami berharap para atlet muda Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Indonesia Open adalah panggung yang sangat baik untuk belajar, berkembang, dan mengukur kemampuan melawan pemain terbaik dunia. Dari proses seperti inilah fondasi prestasi masa depan dibangun," ujar Taufik dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Pada turnamen yang berlangsung pada 2–7 Juni tersebut, Indonesia menurunkan sejumlah pilar muda di berbagai sektor. Alwi Farhan menjadi andalan di daftar utama tunggal putra mendampingi Jonatan Christie. Sementara itu, Mohammad Zaki Ubaidillah (Ubed) dan Prahdiska Bagas Shujiwo berada di daftar cadangan. Pada sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani menjadi tumpuan tunggal di daftar utama, disusul Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi di daftar tunggu.

Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi siap unjuk gigi di sekotr ganda putra. Mereka memperkuat barisan senior seperti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat.

Di sektor ganda putri, regenerasi terlihat lewat tampilnya Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine. Mereka akan bahu-membahu bersama Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahya Pratiwi, serta Apriani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.

Sektor ganda camuran memberi ruang bagi duet muda Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Skuad ini dilengkapi oleh Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardani, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.

Ujian Mental di Level Tertinggi

Taufik menekankan bahwa ketatnya persaingan bulu tangkis dunia saat ini menuntut pemain muda untuk cepat beradaptasi dengan standar internasional. Oleh karena itu, PBSI tidak hanya mengejar target instan.

"Persaingan sekarang makin ketat dan merata. Karena itu fokus kami bukan hanya hasil jangka pendek, tetapi bagaimana memastikan atlet-atlet Indonesia terus berkembang dan mendapatkan pengalaman bersaing di level tertinggi," kata legenda hidup yang mengoleksi enam gelar Indonesia Open tersebut.

Polytron Indonesia Open 2026 diikuti oleh 248 atlet dari 22 negara. Turnamen prestisius ini memperebutkan total hadiah fantastis senilai 1,45 juta dolar AS atau sekitar Rp25,8 miliar.

Bagi para debutan dan pemain muda Indonesia, gelaran ini dipastikan menguji kekuatan mental mereka. Selain harus meredam magis dan tekanan atmosfer Istora yang terkenal riuh, mereka juga dituntut melepaskan performa terbaik melawan jajaran pemain elite.

"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda," ucap Taufik yang kini juga mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.