Kunjungi Bengkayang, Wamendikdasmen Pastikan Pemerataan Kualitas Pendidikan di Perbatasan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, meresmikan revitalisasi sekolah di Bengkayang. Melalui sistem swakelola, target revitalisasi nasional meningkat dari 10.444 menjadi 16.000 sekolah.
BENGKAYANG – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk meresmikan Program Revitalisasi Sekolah sekaligus memimpin Sarasehan bersama para Guru dan Kepala Sekolah.
Dalam kunjungannya, Wamen Fajar menyoroti posisi strategis Bengkayang yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Ia menegaskan bahwa wilayah perbatasan bukan lagi dianggap sebagai "halaman belakang", melainkan harus menjadi "teras depan" bagi Republik Indonesia.
“Karena ini teras depan, maka wajah pendidikannya harus baik. Apa yang tampak di sini mencerminkan keberadaan dan kualitas negara kita sendiri,” ujar Wamen Fajar menekankan pentingnya kualitas fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan.
Ia juga memotivasi para pendidik agar tidak patah semangat meski dihadapkan pada tantangan anggaran. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan dedikasi guru adalah kunci utama perubahan.
“Kalau komitmennya kuat, selalu ada jalan. Apalagi didukung oleh para pendidik yang hebat-hebat. Kesempatan hanya hilang kalau kita kehilangan harapan,” tegasnya.
Kebangkitan Program Revitalisasi Nasional
Wamen Fajar mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat kembali mengaktifkan program perbaikan sekolah secara masif. Hal ini menjadi terobosan baru setelah absennya program pembangunan berskala besar selama satu dekade terakhir.

“Sejak era pembangunan SD Inpres, nyaris tidak ada lagi pembangunan sekolah secara kolosal. Dalam 10 tahun terakhir belum ada program bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Presiden Prabowo memutuskan untuk merehabilitasi sekolah-sekolah yang rusak berat bahkan rusak total,” jelasnya saat memberikan sambutan, Kamis (12/2/2026).
Efisiensi Swakelola: Melampaui Target
Berkat penerapan sistem swakelola yang melibatkan pemberdayaan masyarakat, Kemendikdasmen berhasil melakukan efisiensi anggaran yang signifikan. Dampaknya, jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan meningkat pesat dari target awal.
“Yang akan kita resmikan tahun ini awalnya ditarget Bapak Presiden hanya 10.444 sekolah. Namun karena kami di Kemendikdasmen menggunakan pendekatan swakelola dan memberdayakan masyarakat, terjadi efisiensi. Dari situ, sisa anggaran bisa kami alokasikan kembali untuk membantu sekolah lainnya sehingga jumlahnya meningkat menjadi sekitar 16.000 sekolah,” tambahnya.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, mengapresiasi langkah nyata Kemendikdasmen dalam memperbaiki ekosistem pendidikan di daerahnya. Ia berharap program ini menjadi titik balik peningkatan mutu pendidikan di Bengkayang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan semua pihak yang terlibat dalam program ini. Saya berharap adanya program ini akan meningkatkan peningkatan signifikan dari kualitas pendidikan untuk terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua di Kabupaten Bengkayang,” tutur Sebastianus.
Kunjungan Mendadak di Mempawah
Tak hanya agenda resmi, Wamen Fajar juga melakukan inspeksi mendadak ke SMP Negeri 1 Anjongan, Kabupaten Mempawah. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung hasil revitalisasi di lapangan.
Kepala SMP Negeri 1 Anjongan, Edy Supardi, menyambut hangat kehadiran Wamen dan bersyukur atas perbaikan fasilitas di sekolahnya, terutama pada aspek teknologi.
“Terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto. Di SMP Negeri 1 Anjongan kami mendapat revitalisasi sekolah, terutama di ruang multimedia. Kami merasa lega sekarang, anak-anak sejak bulan Oktober sudah menerapkan digitalisasi,” ungkap Edy. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




