Dosen ITNY Dorong Kawasan Selatan Yogyakarta Jadi Gerbang Pariwisata
Dosen PWKITNY, Solikhah Retno Hidayati berkontribusi pemikiran dalam FGD. (FOTO: ITNY)

Dosen ITNY Dorong Kawasan Selatan Yogyakarta Jadi Gerbang Pariwisata

Pengembangan kawasan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pintu gerbang pariwisata mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Dalam upaya merumuskan strategi pembangunan wilayah yang berkelanjutan, Dosen Program Studi Perencanaan Wila

TIMES Jakarta,Sabtu 20 Juni 2026, 08:26 WIB
241
S
Soni Haryono

TIMESINDONESIAPengembangan kawasan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai pintu gerbang pariwisata mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Dalam upaya merumuskan strategi pembangunan wilayah yang berkelanjutan, Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), Solikhah Retno Hidayati, S.T., M.T., turut memberikan kontribusi pemikiran dalam Forum Diskusi Terarah (Focus Group Discussion/FGD) yang digelar oleh Komisi C DPRD Kota Yogyakarta.

FGD bertajuk “Kajian Pengembangan Kawasan Selatan DIY sebagai Pintu Gerbang Pariwisata” tersebut berlangsung di Hotel D'Senopati Yogyakarta. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas arah pengembangan kawasan selatan DIY agar mampu menjadi kawasan wisata unggulan yang tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Solikhah Retno Hidayati dipercaya sebagai tenaga ahli tata ruang sekaligus narasumber utama. Ia memberikan perspektif akademik mengenai bagaimana perencanaan wilayah dapat menjadi fondasi dalam membangun kawasan pariwisata yang memiliki daya saing sekaligus tetap menjaga karakter lokal.

Menurut Solikhah, kawasan selatan DIY memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu koridor utama pariwisata. Wilayah tersebut memiliki karakteristik ruang yang khas dengan berbagai potensi alam, budaya, dan ekonomi yang dapat menjadi daya tarik wisata.

Namun, ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah tanpa perencanaan yang matang.

“Pengembangan kawasan selatan harus melihat keterhubungan antara tata ruang, infrastruktur, aktivitas ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Potensi yang besar harus dikelola dengan strategi yang tepat agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Solikhah dalam siaran pers kepada TIMES Indonesia, Sabtu (20/6/2026).

Tata Ruang dan Infrastruktur Jadi Faktor Penentu

Dalam pemaparannya, dosen PWK ITNY tersebut menjelaskan bahwa keberhasilan kawasan selatan sebagai pintu gerbang pariwisata sangat bergantung pada kualitas perencanaan ruang.

Beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian antara lain pengaturan zonasi kawasan, peningkatan konektivitas antarwilayah, penyediaan infrastruktur pendukung wisata, hingga pengendalian perubahan fungsi lahan.

Menurutnya, perkembangan pariwisata yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai persoalan baru, seperti tekanan terhadap lingkungan, berkurangnya ruang produktif masyarakat, hingga hilangnya identitas kawasan.

Karena itu, pendekatan pembangunan harus mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

“Kepastian pemanfaatan ruang menjadi hal penting. Jangan sampai pembangunan pariwisata justru mengurangi kualitas lingkungan yang menjadi modal utama daya tarik kawasan tersebut,” tambah Solikhah.

Dorong Pariwisata yang Memberdayakan Masyarakat

Selain aspek fisik wilayah, Solikhah juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan kawasan selatan DIY.

Menurutnya, pariwisata berkelanjutan bukan hanya tentang membangun fasilitas wisata, tetapi juga memastikan masyarakat sekitar mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial dari perkembangan kawasan.

Dengan konsep perencanaan yang inklusif, kawasan selatan dapat tumbuh menjadi destinasi yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga lokal.

“Perencanaan kawasan harus mampu menciptakan ruang yang hidup, di mana masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembangunan, bukan hanya sebagai penonton,” jelasnya.

Masukan dan rekomendasi dari berbagai narasumber dalam FGD tersebut menjadi bahan penting bagi penyusunan arah kebijakan pengembangan kawasan selatan DIY.

Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan gambaran strategis mengenai langkah pembangunan yang tepat, termasuk penyusunan cetak biru pengembangan pariwisata yang lebih terarah, adaptif, dan berkelanjutan.

Keterlibatan akademisi dalam forum kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui kajian ilmiah dan keahlian profesional, kampus dapat menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang teknologi dan pembangunan wilayah, ITNY terus mendorong peran aktif para dosen dan peneliti dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keikutsertaan Solikhah Retno Hidayati dalam FGD DPRD Kota Yogyakarta semakin memperkuat posisi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITNY sebagai mitra strategis dalam menciptakan tata ruang yang lebih baik, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pengembangan kawasan selatan DIY pun diharapkan tidak sekadar menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi menjadi langkah besar menuju masa depan pariwisata Yogyakarta yang lebih maju, inklusif, dan ramah lingkungan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Soni Haryono
|
Editor:A Riyadi

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.