Progres Capai 21 Persen, Pekerja Sekolah Rakyat Lombok Utara Akan Ditambah
Pembangunan Sekolah Rakyat Lombok Utara capai progres 21,71 persen dan serap 837 pekerja. Target rampung Juni 2026 dengan sistem kerja 24 jam untuk siswa kurang mampu.
Lombok Utara – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus menunjukkan tren positif dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 837 orang. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan fasilitas pendidikan terpadu tersebut tercatat telah menyentuh angka 21,71 persen.
Penanggung Jawab Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Arahman, menyatakan bahwa pihaknya berencana menambah jumlah personel hingga 1.200 orang. Langkah ini diambil guna memastikan proyek strategis tersebut rampung tepat waktu pada 20 Juni 2026 mendatang.
"Saat ini sudah ada sekitar 837 orang. Dari sisi perhitungan kami untuk mengejar selesai sesuai schedule harus tambah pekerja kurang lebih sampai 1.200 orang," ujar Arahman saat ditemui di lokasi proyek, Kamis (14/5/2026).
Arahman menjelaskan bahwa penambahan tenaga kerja merupakan strategi utama untuk mengakselerasi setiap item pekerjaan agar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Selain menambah personel, pihak pengembang juga menerapkan sistem kerja dua shift yang memungkinkan aktivitas konstruksi berlangsung selama 24 jam penuh.
"Untuk percepatan, kami upayakan di masing-masing masa pembangunan tenaga kerja diperbanyak," imbuhnya.
Sekolah Rakyat Lombok Utara berdiri di atas lahan seluas 6,7 hektare di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan. Secara teknis, sebanyak 28 unit bangunan akan menempati area seluas 2,8 hektare dari total lahan yang tersedia.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan pekerja tampak intensif menyelesaikan tahapan fisik setelah melewati masa konstruksi fondasi dan struktur tiang utama. Aktivitas pengerjaan meliputi pembuatan dak beton, penyiapan besi struktur, hingga penyemprotan area jalan untuk meminimalkan polusi debu di lokasi yang berhadapan langsung dengan Laut Bali tersebut.
Proyek senilai Rp241 miliar ini dirancang dengan fasilitas lengkap, mulai dari gedung belajar-mengajar, lapangan upacara, gedung serbaguna, ruang ekstrakurikuler, hingga asrama putra dan putri. Tersedia pula rumah susun untuk guru, gudang dapur, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan basket dan mini soccer.
Sekolah Rakyat ini mengusung konsep pendidikan terintegrasi dari tingkat dasar hingga menengah atas. Dengan daya tampung 1.080 siswa, lembaga pendidikan ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang sejahtera yang masuk dalam kategori miskin dan sangat miskin. Melalui sistem asrama, sekolah ini diharapkan mampu membentuk karakter serta kemandirian siswa selain memberikan pendidikan formal yang berkualitas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

