Kemendikdasmen Perkuat Manajemen Talenta Murid Lewat SIMT, Target Cetak Peraih Nobel
TIMES Jakarta/Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026). (Foto: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Kemendikdasmen Perkuat Manajemen Talenta Murid Lewat SIMT, Target Cetak Peraih Nobel

Kemendikdasmen perkuat SIMT melalui Permendikdasmen No 25/2025. Targetkan lahirnya peraih Nobel dari Indonesia melalui pengelolaan talenta akademik dan non-akademik.

TIMES Jakarta,Senin 2 Februari 2026, 19:32 WIB
5.2K
A
Antara

JakartaKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah memperkuat Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi unggul. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka jalan bagi pelajar Indonesia untuk menjadi peraih penghargaan Nobel di masa mendatang.

Penguatan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid yang telah resmi berlaku sejak 17 Desember 2025.

“Mudah-mudahan melalui Permen ini dan fasilitasi Kementerian, juga partisipasi semesta yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pada saatnya kita bisa melahirkan anak-anak bangsa yang bisa meraih hadiah Nobel, mudah-mudahan,” kata Biyanto, Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar-Lembaga Kemendikdasmen, dalam acara Silaturahim di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Dalam aturan terbaru ini, manajemen talenta kini lebih inklusif dengan tidak hanya terpaku pada prestasi akademik, tetapi juga mengakomodasi pencapaian non-akademik. Saat ini, Kemendikdasmen tengah gencar melakukan pendataan prestasi di luar bidang studi tersebut.

Salah satu poin penting dalam koordinasi antar-lembaga adalah pembagian fokus pembinaan beberapa cabang olahraga (cabor) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Kemendikdasmen.

"Beberapa cabang olahraga di Kementerian Olahraga diserahkan ke kita, pada saatnya nanti kita fasilitasi proses pembimbingannya," kata Biyanto.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa proses transisi pembagian cabor ini masih dalam tahap pembahasan mendalam.

"Ini masih dalam pembahasan. Bukan dialihkan, tapi fokus pembinaan, karena sasarannya murid. Cabornya secara umum semua dikerjakan bareng, cuman ini sasarannya aja anak-anak. Kemendikdasmen bisa mendukung," ujar Irene. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.