Perkuat Ekosistem Riset, Kemdiktisaintek Integrasikan Pendanaan dan Fokus pada Masalah Nyata
Kemdiktisaintek RI memperkuat ekosistem riset melalui pendekatan konsorsium dan integrasi pendanaan untuk mendorong hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi yang solutif.
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah berupaya membangun ekosistem riset yang menitikberatkan pada dampak nyata bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan konsorsium riset yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa konsorsium ini dirancang untuk menyelesaikan berbagai isu strategis nasional secara kolaboratif. Pihaknya menggunakan kerangka kerja dan indikator terukur guna memastikan hasil riset perguruan tinggi dapat dihilirisasi dengan tepat guna.
"Pendekatan konsorsium menjadi penting untuk menyatukan kekuatan perguruan tinggi dalam menjawab isu-isu strategis nasional. Dengan kolaborasi yang terarah serta penggunaan metode dan indikator yang tepat, hilirisasi hasil riset dapat berjalan lebih efektif," ujar Fauzan di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Integrasi Pendanaan dan Keberlanjutan Program
Fauzan mengungkapkan bahwa pemerintah mendorong penguatan ekosistem ini dengan mengintegrasikan berbagai sumber pembiayaan. Skema pendanaan akan mencakup anggaran kementerian, dukungan lembaga riset, hingga pemanfaatan dana abadi. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus meningkatkan efisiensi pendanaan riset di tingkat nasional.
Selain itu, kebijakan riset saat ini digeser untuk lebih fokus pada pendekatan berbasis permasalahan (problem-based approach). Isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kesehatan menjadi prioritas utama agar penelitian yang dihasilkan lebih relevan.
"Riset harus berangkat dari permasalahan nyata sehingga hasilnya dapat diimplementasikan dan memberikan solusi yang jelas," tambahnya.
Menghubungkan Riset dengan Kebutuhan Industri
Guna mendukung visi tersebut, Kemdiktisaintek tengah mengembangkan platform riset digital. Platform ini diproyeksikan menjadi jembatan antara hasil penelitian akademisi dengan kebutuhan dunia industri, sekaligus memperluas jangkauan pemanfaatan teknologi.
Dalam aspek hilirisasi, Fauzan menegaskan bahwa transformasi riset menjadi produk inovasi siap pakai terus diperkuat lewat kemitraan strategis dengan industri. Hal ini mencakup skema pendanaan bersama serta penggunaan indikator khusus untuk mengukur tingkat kesiapan hasil riset sebelum dilempar ke pasar.
"Kolaborasi, integrasi pendanaan, serta penggunaan kerangka kerja yang tepat akan mempercepat hilirisasi dan memastikan riset memberikan manfaat nyata," pungkas Fauzan Adziman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

