Kemendes PDT dan Bank Dunia Sempurnakan Tata Kelola Bantuan Desa
Kemendes PDT bersama Bank Dunia menyempurnakan tata kelola bantuan pembangunan desa. Mendes Yandri Susanto menekankan aspek transparansi dan ketepatan sasaran demi tingkatkan ekonomi desa.
Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) tengah melakukan penyempurnaan rancangan tata kelola dukungan Bank Dunia untuk program pembangunan desa. Langkah ini diambil guna memastikan bantuan internasional tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat perdesaan di Indonesia.
Proses finalisasi rancangan ini dibahas dalam pertemuan resmi antara Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, dengan Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (23/2).
Mendes Yandri menyampaikan apresiasi atas kemitraan strategis yang terjalin dengan Bank Dunia, terutama dalam hal pendanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya transparansi dan skema penyaluran yang matang sebelum program dieksekusi.
“Dengan demikian, nanti pas dana itu benar-benar turun bisa tepat sasaran, berdampak, dan kemudian bisa mengangkat derajat rakyat di desa,” ujar Yandri.
Menghindari Kecemburuan Sosial
Saat ini, pemerintah masih mengkaji besaran bantuan serta jumlah desa yang akan menjadi sasaran program. Mendes Yandri menyoroti tantangan besar dalam mendistribusikan bantuan secara adil mengingat jumlah desa di Indonesia yang sangat banyak.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin program ini memicu kecemburuan sosial akibat keterbatasan kuota penerima. Kendati demikian, efisiensi jumlah bantuan tidak boleh mengorbankan kualitas program itu sendiri.
“Nah, ini yang nanti akan sama-sama kami diskusikan dengan pihak Bank Dunia. Apa mungkin kalau kita turunkan sedikit jumlah bantuannya, tapi jumlah desa yang terafirmasi lebih banyak. Tapi sekali lagi tidak menurunkan kualitas maupun target yang ingin kita capai,” tegasnya.
Fokus pada Kemandirian Ekonomi
Mendes Yandri berharap dukungan dari Bank Dunia dapat disesuaikan dengan potensi unik yang dimiliki setiap desa. Tujuan akhirnya adalah mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, bantuan ini diharapkan menjadi stimulan untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) di desa-desa penerima manfaat. Dengan begitu, keberlanjutan program tetap terjaga dan tidak terhenti hanya pada tahap penyaluran dana semata. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




