Pulang ke Tanah Air, Tusiah Sedih Meninggalkan Makkah dan Madinah
Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah meninggalkan rasa senang dan haru bagi para jemaah haji termasuk Tusiah, jemaah haji asal embarkasi dan kloter Kertajati (KJT) 21.
JAKARTA – Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah meninggalkan rasa senang dan haru bagi para jemaah haji termasuk Tusiah, jemaah haji asal embarkasi dan kloter Kertajati (KJT) 21.
“Senangnya bisa kumpul lagi sama keluarga,” ucap Tusiah kepada Media Center Haji di Madinah yang pulang perdana bersama KJT 21 pada Selasa (16/6/2026) dini hari waktu Arab Saudi.
Meskipun senang, Tusiah mengaku sedih harus meninggalkan tanah suci karena baginya ini menjadi momen dan perjalanan ibadah yang tidak terlupakan baginya dan suami.
“Ada sedihnya karena banyak proses dan pengalaman yang saya alami disini,” kata Tusiah yang menggunakan kursi roda untuk bepergian jarak jauh.
Menurutnya, pelayanan dari petugas haji menjadi salah satu hal yang dirasakan olehnya selama berada di Makkah maupun Madinah. “Petugasnya ramah dan sigap semuanya,” ujar Tusiah.
Tusiah juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada para jemaah haji reguler sepertinya dan rekan-rekan lainnya. “Terima kasih atas pelayanannya, di Madinah kami senang karena jaraknya dekat dengan Masjid Nabawi,” ungkapnya penuh haru.
Ditanya mengenai acara syukuran setelah kepulangannya di kampung halamam, Tusiah mengaku tidak memikirkan hal tersebut karena yang terpenting adalah tiba dikampung halaman dengan kondisi sehat dan selamat.
“Yang terpenting harus menjaga kesehatan selama di perjalanan pulang nanti,” tandas Tusiah yang akan tiba di Bandara Internasional Kertajati pada pukul 14.15 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Dilain kesempatan, Kepala Sektor 1 Madinah Ramlan Sudarto mengatakan, setiap kepulangan jemaah pasti membawa kesan menarik dan cerita unik bagi masing-masing jemaah maupun petugas hajinya.
Baginya melihat jemaah mengalungi boneka unta dengan jumlah banyak merupakan hal unik yang ia jumpai saat momen pemulangan jemaah haji khususnya jemaah pertama dari KJT 21.
“Yang unik itu jemaah itu membawa unta lebih dari yang biasanya. Seharusnya paling bawa 2 atau 3 ini bawa 8 atau 10 dan itu dikalungkan. Itukan menjadi pemandangan kita yang luar biasa,” ceritanya.
Tidak lupa Ramlan mengingatkan jemaah haji gelombang kedua untuk mematuhi jadwal dan informasi terkait pemulangan agar prosesnya berjalan lancar.
“Tetap mematuhi jadwal untuk pemberangkatan dan pendorongan supaya tidak ada keterlambatan sampai di bandara. Karena kita sifatnya nih kalau pendorongan dari Madinah ke bandara itu kita yang harus menunggu pesawat bukan pesawat yang menunggu kita,” tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

