Pemerintah Pantau Kepulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Alami Penjadwalan Ulang Penerbangan
TIMES Jakarta/Ilustrasi kepulangan jemaah umrah. (FOTO: dok. Kemenhaj)

Pemerintah Pantau Kepulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Alami Penjadwalan Ulang Penerbangan

Kementerian Haji dan Umrah RI melalui KUH Jeddah memantau kepulangan jemaah umrah Indonesia yang mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi serta memastikan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan.

TIMES Jakarta,Selasa 10 Maret 2026, 12:40 WIB
199
A
Ahmad Nuril Fahmi

JAKARTAKementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus melakukan pemantauan serta koordinasi terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi.

Melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, pemerintah memfasilitasi komunikasi antara jemaah, maskapai, penyelenggara perjalanan, serta otoritas terkait guna membantu kelancaran proses kepulangan ke Tanah Air.

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan dari Staf Teknis Urusan Haji Jeddah pada 8 Maret 2026, tercatat sebanyak 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang kepulangan dan saat ini berada di Makkah. Para jemaah tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 dan 14 Maret 2026.

Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, menyampaikan bahwa tim di lapangan terus melakukan pemantauan sekaligus menjembatani komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan.

“Tim di lapangan terus melakukan koordinasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait untuk membantu memastikan proses pemulangan jemaah dapat berjalan sesuai jadwal penerbangan yang tersedia,” ujar Ilham dalam keterangan persnya, Senin (9/3/2026).

Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang juga mengalami kendala dalam proses kepulangan. Saat ini pihak terkait tengah melakukan penjadwalan ulang penerbangan, dengan sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026 menggunakan maskapai Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.

Tim di lapangan juga memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. Saat ini proses pengurusan pengembalian dana tiket (refund) serta penjadwalan penerbangan pengganti tengah dilakukan oleh pihak maskapai, dengan jadwal keberangkatan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.

Dalam periode pemantauan yang sama, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah juga memonitor kepulangan sebanyak 2.062 jemaah umrah Indonesia. Dengan demikian, total kepulangan jemaah umrah Indonesia sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026 tercatat mencapai 19.509 orang.

Sementara itu, pada 8 Maret 2026 tercatat sebanyak 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia untuk menjalankan ibadah umrah.

Ilham menegaskan bahwa tim akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan proses perjalanan jemaah berjalan dengan baik.

“Koordinasi dan pemantauan akan terus kami lakukan bersama pihak terkait agar proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ahmad Nuril Fahmi
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.