China Kecam Keras Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Dialog Damai Segera Dimulai
TIMES Jakarta/Asap membumbung ke udara Iran setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap negara tersebut. (ANTARA/Anadolu/py)

China Kecam Keras Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Dialog Damai Segera Dimulai

Pemerintah China mengutuk serangan AS-Israel ke Iran dan meminta penghentian aksi militer. Beijing prihatin atas eskalasi konflik dan mendesak dialog demi perdamaian dan stabilitas Timur Tengah.

TIMES Jakarta,Minggu 1 Maret 2026, 03:21 WIB
124
A
Antara

JAKARTA – Pemerintah China secara resmi mengutuk serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, serta mendesak agar aksi tersebut segera dihentikan demi menjaga stabilitas kawasan. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan di laman resmi kementerian, Sabtu (28/2/2026).

"Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati. China menyerukan penghentian segera aksi militer," demikian bunyi pernyataan tersebut.

China menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan gabungan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Beijing juga meminta agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut dan mendesak semua pihak untuk kembali memulai dialog dan negosiasi. "Terus berupaya untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah," imbuh pernyataan itu.

Serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) ini merupakan operasi militer gabungan kedua yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk melenyapkan ancaman langsung dari rezim Iran terkait pengembangan senjata nuklir. Trump berjanji akan menghancurkan rudal Iran, meluluhlantakkan industri misilnya, dan memusnahkan angkatan laut Iran, seraya menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Serangan ini terjadi di tengah proses diplomatik yang sedang berlangsung. Oman diketahui tengah menjadi mediator perundingan antara Washington dan Tehran terkait program nuklir Iran, dengan putaran terakhir digelar di Jenewa pada Kamis (26/2/2026). Bahkan sehari sebelum serangan, Menteri Luar Negeri Oman menyatakan adanya kemajuan dalam perundingan tersebut.

Menanggapi serangan itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa agresi tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Iran dan Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB. Teheran menegaskan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB dan berjanji akan merespons dengan cara yang tegas dan kuat. Iran juga menyerukan Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk mengutuk serangan tersebut dan mengambil tindakan mendesak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.