Menuntun Istri Mengelilingi Rumah Suci, Pembimbing Haji ESQ Tours: Bukti Cinta sekaligus Ibadah
Tidak ada balasan bagi orang yang haji mabrur, kecuali surga Allah SWT. Dan salah satu surga dunia itu adalah hidup bahagia bersama pasangan yang dicintainya.
MAKKAH – Berhaji bersama istri adalah mimpi setiap suami muslim. Bukan hanya menyempurnakan rukun Islam, tapi juga bukti tanggung jawab sebagai kepala keluarga sekaligus imam. Dr. KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel, mengajak para suami untuk menjadikan haji sebagai momentum merajut cinta dengan pasangan.
“Setiap suami harus bermimpi menunaikan haji bersama istri, agar sempurna rukun Islamnya. Jika mampu, hendaknya juga berusaha menghajikan kedua orang tua. Siapa yang bisa menghajikan kedua orang tua, berarti dia telah memudahkan kesulitan-kesulitan hidupnya. Juga, menjadi tiket memperoleh ridha Allah SWT,” jelas Dr. KH. Abdul Adzim Irsad, Selasa (2/6/2026).
Bukti Cinta dan Tanggung Jawab Kepala Keluarga
Sebagai suami, mengajak istri naik haji adalah bentuk pengorbanan dan tanggung jawab kepada Allah SWT.
“Salah satu bukti cinta adalah, rela berkorban untuk kekasihnya, dan berusaha memberikan yang terbaik kepada kekasihnya. Itulah logika cinta,” ujarnya.
Ada dua momentum paling sakral dalam haji: wukuf di Arafah dan tawaf. Keduanya rukun haji. Seorang suami harus mampu membimbing pasangannya mengenal Allah SWT di Arafah, begitu juga saat tawaf ifadah.
“Sebagai suami harus berusaha menuntun jiwa raga istrinya merengkuh cinta Allah SWT. Siapa yang berhasil, dia akan memperoleh kebahagiaan duniawi dan ukhrawi,” tegasnya.
Haji Bareng: Ujian, Romansa, Sekaligus Ibadah
Dalam pepatah kuno dikatakan “surga nunut neraka ikut”. Suami yang baik bukan hanya memberi bahagia dunia, tapi juga menyelamatkan keluarga dari siksa neraka. Allah SWT berfirman: “Jagalah diri kalian dan juga keluarga kalian dari panasnya api neraka”
Nabi SAW pernah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya, dan aku adalah orang paling baik bagi keluargaku”
Tidak ada teladan lebih baik dari Rasulullah dalam urusan rumah tangga.
Berhaji bersama istri dan anak memang penuh dinamika. Wajar jika ada perselisihan, cekcok, beda pendapat. “Rumah tangga tanpa perselisihan, kurang sedap. Namun, jika terus menerus cekcok, berarti ada masalah serius di dalamnya,” kata Dr. KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.
Justru secara ruhani, haji bersama pasangan sangat menyenangkan lahir dan batin. Bisa menggandeng tangan istri sambil bercerita saat mengelilingi Baitullah yang jadi muara kekuatan magis.
“Bahkan kadang mengikat kembali janji suci di depan rumah suci. Setiap langkah kaki mengelilingi rumah suci, tangan suami memegang erat istrinya, seolah-olah takut kehilangan pasangan. Kadang tidak terasa saat bergandengan erat sambil berjanji setia di dalam mengarungi bahtera rumah tangga sampai ke surga,” tuturnya.
Hikmah Usai Haji: Keluarga Makin Romantis
Usai rangkaian haji dan umrah, biasanya keluarga jadi semakin romantis karena berhari-hari menahan birahi. Itu anugerah besar bagi pasangan.
“Tidak ada kalimat yang pantas terucap kecuali ‘Alhamdulillah’. Juga, menampakkan wajah ceria kepada Allah atas nikmat ini. Dengan demikian Allah SWT menjadikan keluarga bahagia yang kelak mendapat balasan surga,” ungkapnya.
Beliau berdoa, semoga haji yang dikerjakan tahun ini jadi bukti cinta hamba kepada Allah SWT, sekaligus perekat cinta dan kasih sayang antara suami istri.
“Tidak ada balasan bagi orang yang haji mabrur, kecuali surga Allah SWT. Dan salah satu surga dunia itu adalah hidup bahagia bersama pasangan yang dicintainya dalam naungan Baitullah.” (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

