Namanya Jadi Perbincangan Setelah Kritik Prabowo Karena Sering ke LN, Siapa Dino Patti Djalal?
Sosok Dino Patti Djalal tengah menjadi perbincangan hangat publik akhir-akhir ini. Hal ini terjadi setelah ia melontarkan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto terkait intensitas kunjungan kerjanya ke luar negeri.
JAKARTA – Sosok Dino Patti Djalal tengah menjadi perbincangan hangat publik akhir-akhir ini. Hal ini terjadi setelah ia melontarkan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto terkait intensitas kunjungan kerjanya ke luar negeri.
Sejak resmi dilantik sebagai Presiden ke-8 RI pada Oktober 2024 hingga pertengahan 2026, Prabowo tercatat telah melakukan total 53 kali kunjungan kerja dan lawatan internasional.
"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri," ujarnya dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.
Siapa Dino Patti Djalal?
Lahir di Jakarta pada 11 Oktober 1965, Dino Patti Djalal bukanlah sosok baru di panggung diplomasi internasional. Diplomat karier yang dinamis dan pemikir ulung ini dikenal luas berkat kemampuannya memadukan diplomasi formal dengan pendekatan soft power yang modern.
Ia telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memperkuat posisi geopolitik Indonesia di mata dunia melalui cara-cara yang inovatif.
Darah diplomasi Dino mengalir dari sang ayah, Hasjim Djalal, yang merupakan pakar hukum laut internasional legendaris Indonesia.
Meneladani jejak sang ayah, Dino menempuh pendidikan tinggi di bidang ilmu politik dan hubungan internasional di Universitas Carleton serta Universitas Simon Fraser, Kanada.
Ia kemudian berhasil meraih gelar Doktor (Ph.D) dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris.
Perjalanan Karier
Karier diplomasi Dino melesat melalui berbagai posisi strategis di pemerintahan, antara lain misalnya jadi Juru Bicara Kepresidenan (2004–2010).
Di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino bertindak sebagai "wajah" Indonesia di dunia internasional yang bertugas mengomunikasikan kebijakan luar negeri RI secara lugas.
Lalu, jadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (2010–2013). Selama bertugas di Washington D.C., ia berhasil mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui skema Comprehensive Partnership, sekaligus aktif mempromosikan budaya dan investasi Indonesia.
Dan setelahnya jadi Wakil Menteri Luar Negeri RI (2014). Menjelang akhir masa jabatan Presiden SBY, Dino dipercaya menduduki kursi Wamenlu untuk mengawal transisi diplomasi dan memperkuat visi politik luar negeri Indonesia.
Melalui latar belakangnya di dunia diplomasi tersebut, tidak heran jika pandangan serta kritik Dino Patti Djalal mengenai kebijakan luar negeri dan efisiensi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto tersebut kini menarik perhatian besar dari masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

