Badan Gizi Nasional Larang Mitra Dapur Makan Bergizi Gratis Tolak Relawan Disabilitas
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang (kanan) berbincang dengan salah seorang siswa SMK Negeri 1 Jakarta saat meninjau pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut. (Foto: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

Badan Gizi Nasional Larang Mitra Dapur Makan Bergizi Gratis Tolak Relawan Disabilitas

Meskipun harus melalui seleksi kesehatan yang ketat, Badan Gizi Nasional (BGN) tegaskan mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dilarang menolak relawan disabilitas.

TIMES Jakarta,Senin 9 Februari 2026, 18:30 WIB
3K
A
Antara

JAKARTABadan Gizi Nasional (BGN) memberikan instruksi tegas kepada seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tidak mendiskriminasi calon pekerja. BGN menyatakan bahwa relawan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berkontribusi dalam program ini.

"Meskipun harus melalui seleksi kesehatan yang ketat, mitra tidak boleh menolak calon relawan disabilitas untuk ikut bekerja di dapur MBG," tegas Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, melalui pesan singkat di Jakarta, Senin.

Terkait perluasan sasaran penerima manfaat bagi lansia dan disabilitas, Nanik menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan domain Kementerian Sosial (Kemensos), meski dalam pelaksanaannya akan tetap berkolaborasi dengan BGN. "Itu (MBG) yang untuk lansia dan disabilitas ada di Kemensos, ya," tambahnya.

Standar Ketat dan Jaminan Sosial Pekerja

Nanik mengingatkan mitra SPPG untuk membangun infrastruktur dapur yang sepenuhnya mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) BGN. Hal ini penting agar penilaian Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari dinas kesehatan dapat terpenuhi.

Selain standar bangunan, mitra juga diwajibkan:

  • Melakukan tes kesehatan bagi relawan saat perekrutan.

  • Melakukan tes kesehatan berkala setiap empat bulan sekali.

  • Mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Peringatan Keras terhadap Intervensi Mitra

Menanggapi isu yang tengah viral, Nanik memberikan teguran keras bagi mitra yang mencoba mendominasi atau mengubah standar gizi demi mengejar keuntungan pribadi. Ia menekankan bahwa penyusunan menu adalah wewenang ahli gizi yang tidak boleh diganggu gugat.

"Masa' makanan sudah disusun ahli gizi terus (mitra) mengambil alih. Ini yang terjadi viral, yang sekarang lagi ramai, ini intervensi. Lha sampean itu, yang pintar itu ahli gizi, opo sampean? (Yang pintar itu ahli gizi atau Anda?), lho kok malah mengatur ahli gizi karena belanjanya bisa murah, sehingga bisa untung banyak," ujar Nanik dengan nada menyentil.

BGN tidak segan untuk mengambil tindakan disiplin jika ditemukan adanya penyalahgunaan anggaran atau penurunan kualitas bahan baku.

"Begitu saya tahu dan menemukan mitra melakukan intervensi dalam penentuan menu dan belanja bahan baku kualitas nomor dua, saya akan langsung suspend (berhentikan sementara) selama satu minggu," pungkas Nanik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.