Berjumlah 42 Orang, Satu Keluarga Besar Bani Sawijaya Berangkat Haji Bersama dari Dieng Banjarnegara
Sebuah cerita luar biasa datang dari dataran tinggi Dieng, tepatnya di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebanyak 42 orang yang berada dalam satu ikatan keluarga besar, yaitu Bani Sawijaya.
JAKARTA – Sebuah cerita luar biasa datang dari dataran tinggi Dieng, tepatnya di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebanyak 42 orang yang berada dalam satu ikatan keluarga besar, yaitu Bani Sawijaya, sukses mewujudkan impian mereka untuk menunaikan ibadah haji secara serentak pada musim haji 2026 ini. Rombongan keluarga besar ini tergabung ke dalam kelompok terbang (kloter) 71 Embarkasi SOC.
Salah satu anggota keluarga, Subianto, menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak menduga jika puluhan kerabatnya bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci di tahun yang sama. Hal ini lantaran masing-masing dari mereka melakukan pendaftaran secara mandiri tanpa ada rencana terorganisir untuk berangkat bersama-sama.
"Awalnya kami juga heran. Setelah ada pemanggilan dan manasik haji, ternyata banyak sekali keluarga yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini. Padahal waktu mendaftarnya tidak bersama-sama," ungkap Subianto di Madinah dikutip pada Jumat (19/6/2026).
Subianto menjelaskan bahwa sebagian besar dari mereka mendaftar haji sekitar tahun 2012 hingga 2013. Walaupun tanggal dan bulannya berbeda, rupanya durasi masa tunggu yang hampir sama membuat takdir menyatukan mereka dalam musim haji yang sama. Menariknya, seluruh anggota keluarga besar ini merupakan warga yang menggantungkan hidup dari bercocok tanam sayuran dan kentang di kawasan Dieng.
"Semuanya petani. Tidak ada yang profesinya di luar pertanian. Mayoritas petani kentang dan sayuran," tambah Subianto.
Anggota keluarga lainnya, Sueny, menambahkan bahwa di dalam lingkaran keluarga mereka terdapat sebuah kebiasaan unik di mana setiap anggota tidak pernah mengumumkan ke orang lain saat mendaftar haji.
"Kami takut dikira sombong atau riya, jadi tidak ada yang tau kalau daftar haji," tutur Sueny.
Keberangkatan dengan jumlah anggota keluarga yang masif ini menjadi rekor tersendiri bagi mereka, sebab di tahun-tahun sebelumnya biasanya hanya sekitar 10 orang saja dari keluarga mereka yang berangkat. Secara keseluruhan, Desa Karangtengah melepas 53 jemaah haji tahun ini, dan 42 hingga 43 orang di antaranya masih merupakan bagian dari silsilah Bani Sawijaya.
"Dari 10 RT yang ada di kampung kami, hampir setiap RT ada yang naik haji tahun ini, hanya satu RT yang tidak ada," urai Subianto.
Selain keunikan jumlah rombongan, para petani asal Dieng ini juga diuji dengan transisi cuaca yang sangat ekstrem. Di daerah asal mereka, suhu udara dingin bahkan bisa menyentuh angka minus 1 hingga minus 2 derajat Celsius. Sementara di Makkah, mereka harus berhadapan dengan sengatan suhu panas khas Timur Tengah yang melebihi 40 derajat Celsius.
Subianto memaparkan bahwa suhu di Makkah berkisar antara 40 hingga 47 derajat Celsius. Kendati kontras dengan hawa dingin Dieng, ia bersyukur seluruh rombongannya bisa menyesuaikan diri dengan sangat baik selama berada di Arab Saudi.
"Alhamdulillah tidak ada jemaah kami yang mengalami gangguan berarti akibat cuaca. Kami menjaga kesehatan, menggunakan payung saat beraktivitas di luar ruangan, dan memakai sunblock untuk melindungi diri dari panas," tutup Subianto. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

