Lewat Gerakan Sosial, Neysa Khairani Suarakan Kesehatan Mental Perempuan
Berangkat dari kepedulian terhadap dinamika kehidupan generasi muda, perempuan yang hobi mencari relasi baru ini mengusung sebuah gerakan advokasi bernama 'Your Dream, Your Rules'.
JAKARTA – Neysa Putri Khairani, atau yang akrab dipanggil Ney, merupakan sosok muda berusia 19 tahun asal Jakarta Barat yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu dan mengabdi kepada masyarakat.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini kini tengah menempuh pendidikan sebagai mahasiswi baru jurusan Kedokteran Gigi di Universitas Yarsi, Jakarta Pusat.
Di tengah kesibukan akademisnya tersebut, sosok yang gemar berolahraga dan berorganisasi ini juga aktif sebagai model lepas serta guru privat untuk anak-anak sekolah dasar.
Rekam jejak prestasinya telah terlihat sejak berada di pondok pesantren dengan meraih posisi peringkat enam besar selama tiga tahun berturut-turut, hingga menyabet Juara 2 Lomba Basket 3 on 3 pada tahun 2023 dan aktif sebagai peserta Olimpiade Biologi 2024.
Kiprahnya di panggung inspirasi makin bersinar setelah berhasil meraih gelar 1st Runner Up Miss Muslimah Hunt 2026 dan Miss Hijab Intelegensia Jakarta 2026. Tidak hanya itu, ia juga mendirikan komunitas pemberdayaan perempuan bernama LanternSisters.
Kemudian berbagai aktivitas dan karya portofolionya dapat dilihat melalui akun media sosial Instagram pribadinya di @neysakhairani dan portofolio.neysa.
Advokasi Peduli Kesehatan Mental
Berangkat dari kepedulian terhadap dinamika kehidupan generasi muda, perempuan yang hobi mencari relasi baru ini mengusung sebuah gerakan advokasi bernama 'Your Dream, Your Rules'.
Gerakan ini berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya bagi perempuan yang sedang berjuang dalam proses pengembangan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh komentar maupun penilaian negatif dari lingkungan sekitar.
Melalui wadah LanternSisters yang didirikannya, Neysa menghadirkan dua program utama yaitu Perempuan Berbagi dan Perempuan Mengajar untuk membentuk ruang bertumbuh bagi sesama.
"Komentar atau penilaian orang lain, terutama yang negatif, bisa memengaruhi kesehatan mental dan akhirnya menghambat proses kita untuk berkembang," kata Neysa saat menjelaskan alasan di balik pembentukan gerakan tersebut, Senin (10/8/2026).
Langkah edukasi telah dijalankan secara dalam jaringan maupun luar jaringan, salah satunya melalui sesi berbagi bersama para siswi di MA An-nida Al-Islamy untuk memberikan pembekalan dalam menghadapi tekanan sosial dan tetap berani mengejar cita-cita.
Peluang dan Harapan Masa Depan
Melihat fenomena anak muda yang rentan membandingkan diri di media sosial, Neysa menilai peluang edukasi kesehatan mental sangat besar dan relevan untuk terus digalakkan.
Kendati demikian, ia mengakui tantangan terbesar ada pada Stigma masyarakat yang masih menganggap isu kesehatan mental sebagai hal sepele, sehingga penyampaian materi harus dikemas secara menarik tanpa kesan menggurui.
Lebih lanjut tentu keberhasilannya dalam melangkah sejauh ini tidak terlepas dari peran orang tua, teman, orang terdekat serta lingkar pendukung yang selalu memberikan kepercayaan penuh.
"You can listen to the world without letting the world define you," imbuh Neysa menekankan pesan utamanya.
Ia mengajak seluruh generasi muda untuk tidak membiarkan opini orang lain membatasi impian, melainkan terus bertumbuh dengan cara sendiri serta berani belajar dari setiap proses kegagalan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

