TIMES JAKARTA, JAKARTA – Musibah kebakaran melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Duri Bangkit, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu pagi (11/1). Insiden ini menyebabkan 14 rumah tinggal dan sebuah bangunan konveksi ludes terbakar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa dampak finansial dari peristiwa ini cukup besar.
"Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,7 miliar," kata Isnawa Adji di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 04.24 WIB. Meski warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri dengan alat seadanya, kobaran api yang dengan cepat membesar membuat mereka segera menghubungi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat.
Api dilaporkan pertama kali terlihat membesar di lantai dua salah satu rumah warga. Petugas Gulkarmat yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan intensif bersama unsur terkait lainnya. Proses pemadaman hingga pendinginan memakan waktu beberapa jam hingga area benar-benar kondusif.
"Api baru padam sepenuhnya sekira pukul 09.03 WIB setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan," jelas Isnawa.
Isnawa memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tragis di pemukiman padat ini. Saat ini, para warga yang kehilangan tempat tinggal telah dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Warga terdampak sementara diungsikan ke Mushalla Nurul Yaqin dan telah dilakukan pendataan serta koordinasi lintas instansi," tuturnya.
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting di salah satu hunian warga yang terdampak. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kebakaran di Tambora Hanguskan 15 Bangunan, Kerugian Mencapai Rp1,7 Miliar
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |