https://jakarta.times.co.id/
Berita

Ratusan Orang Turun Tangan Bersihkan Malioboro, Pemkot Yogyakarta Gaspol Jaga Kenyamanan

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:45
Ratusan Orang Turun Tangan Bersihkan Malioboro, Pemkot Yogyakarta Gaspol Jaga Kenyamanan Ratusan orang turun tangan bersihkan Malioboro. (Foto: Pemkot Yogyakarta for TIMES Indonesia)

TIMES JAKARTA, YOGYAKARTA – Kawasan Malioboro kembali dipoles besar-besaran. Ratusan peserta dari berbagai unsur turun langsung mengikuti kerja bakti massal membersihkan ikon wisata utama Kota Yogyakarta tersebut.

Aksi gotong royong ini melibatkan seluruh perangkat daerah Pemerintah Kota Yogyakarta, pelaku pariwisata, pemilik usaha di sepanjang Malioboro, hingga masyarakat umum.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan citra Malioboro sebagai destinasi wisata unggulan nasional.

Kerja bakti dilakukan secara menyeluruh, menyasar area-area yang selama ini sulit dijangkau dalam perawatan harian. Mulai dari pembersihan sampah dan puntung rokok di jalur pedestrian, pot tanaman, hingga sudut-sudut kecil di bawah grill saluran air.

Ornamen kawasan seperti tiang lampu, kursi taman, dan tempat sampah juga dibersihkan dari noda membandel, vandalisme, serta stiker liar yang mengganggu estetika kawasan.

Tak hanya itu, peserta kerja bakti juga melakukan pembersihan drainase ringan, khususnya pada grill dan tree case yang dipenuhi endapan sampah lama dan menjadi salah satu sumber bau tak sedap di Malioboro.

Tindak Lanjut Aduan Warga

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengatakan kegiatan ini merupakan respons langsung atas masukan masyarakat yang mengeluhkan kebersihan dan aroma tidak sedap di kawasan Malioboro.

“Kami menerima banyak masukan dari masyarakat bahwa Malioboro perlu ditingkatkan kebersihannya dan juga tidak bau. Setelah kami turun langsung, memang ditemukan endapan sampah lama di bawah grill yang memicu aroma tidak sedap. Jadi bukan semata karena kencing kuda, tetapi juga faktor sampah,” ujar Dedi, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, selama ini perawatan rutin Malioboro sudah dilakukan setiap hari oleh Dinas Kebudayaan melalui UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya. Namun, keterbatasan sumber daya serta luasnya kawasan membuat pembersihan harian belum mampu menjangkau titik-titik tertentu yang membutuhkan penanganan lebih berat.

“Perawatan harian itu penting, tapi tidak cukup. Kegiatan pembersihan massal seperti ini idealnya dilakukan minimal sebulan sekali, bahkan kalau bisa dua minggu sekali. Supaya titik-titik yang sulit dan berat bisa tertangani dengan optimal,” jelasnya.

Selain fokus kebersihan, kerja bakti juga mencakup pemangkasan dan perapian pohon atau pruning. Langkah ini dilakukan untuk menjaga estetika kawasan sekaligus mendukung kualitas pencahayaan pada malam hari.

“Pohon yang terlalu rimbun bisa menutup cahaya lampu. Kalau malam jadi gelap dan itu bisa berpengaruh pada rasa aman. Dengan pruning, Malioboro jadi lebih rapi, lebih terang, dan tentu lebih aman,” imbuh Dedi.

Ia menegaskan, kerja bakti ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi juga sarana edukasi untuk menumbuhkan rasa memiliki Malioboro di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.

“Malioboro ini milik kita bersama. Pengunjung, warga, pelaku usaha, semua punya tanggung jawab. Jangan buang sampah sembarangan, jangan merokok di luar tempat yang disediakan, dan jangan merusak fasilitas umum,” tegasnya.

Terkait persoalan bau yang kerap dikeluhkan, Pemkot Yogyakarta juga tengah menyiapkan solusi teknis jangka panjang. Salah satunya melalui kajian perbaikan konstruksi water torrent serta pemanfaatan teknologi penguraian bakteri.

“Kalau hanya dibersihkan tidak cukup. Harus ada rekayasa teknis supaya bau ini benar-benar bisa dihilangkan secara permanen,” kata Dedi.

Wujud Semangat Handarbeni

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menegaskan kerja bakti ini merupakan wujud semangat gotong royong dan handarbeni—rasa memiliki Malioboro secara bersama-sama.

“Ini kerja bakti bersama, bukan hanya perangkat daerah, tetapi juga pelaku pariwisata dan pelaku usaha. Semua ikut terlibat. Inilah bentuk handarbeni, merasa memiliki Malioboro bersama-sama,” ujarnya.

Yetti menjelaskan, meskipun pembersihan dilakukan setiap hari, kerja bakti massal sengaja digelar dengan melibatkan banyak pihak agar kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga Malioboro semakin kuat.

“Malioboro ini setiap hari padat aktivitas wisata. Perlu jeda sejenak, seperti manusia yang butuh istirahat. Dengan kerja bakti, Malioboro bisa ‘bernapas’ dan kembali nyaman,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti masih adanya aturan kawasan yang belum sepenuhnya dipahami, baik oleh pengunjung maupun pelaku usaha. Mulai dari kawasan tanpa rokok, larangan membuang sampah sembarangan, hingga pembatasan aktivitas tertentu.

“Edukasi harus terus dilakukan. Kalau semua sudah paham dan merasa memiliki, Malioboro akan terjaga dengan sendirinya,” tegas Yetti.

Pengunjung Makin Apresiatif

Upaya Pemkot Yogyakarta menjaga kebersihan Malioboro pun mendapat respons positif dari pengunjung.

Katty Prastiwi, warga Magelang, mengaku merasakan langsung dampak dari kerja bakti tersebut. “Bagus sekali. Sekarang kelihatan lebih bersih, lebih rapi, dan nyaman,” ujarnya.

Katty mengatakan, dirinya datang ke Malioboro bukan khusus untuk berwisata, melainkan sekadar mengisi waktu sambil menunggu anaknya menjalani pemeriksaan kesehatan di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Yogyakarta.

“Saya cuma nunggu anak cek kesehatan, terus jalan-jalan ke sini. Tapi Malioboro memang selalu punya daya tarik sendiri, rasanya spesial,” katanya.

Melalui kerja bakti serentak ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap Malioboro sebagai ikon pariwisata dapat terus terjaga kebersihan, kenyamanan, dan keindahannya, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa Malioboro adalah ruang bersama yang harus dirawat secara berkelanjutan.

“Malioboro semakin bersih, semakin nyaman, dan tentu semakin dicintai,” jelas  Yetti. (*)

Pewarta : Soni Haryono
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.