https://jakarta.times.co.id/
Berita

Imlek Festival 2026: Rayakan Keberagaman dengan Buka Puasa dan Bazar UMKM

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:44
Harmoni Kebhinekaan: Imlek Festival 2026 Padukan Tradisi Tionghoa dan Nuansa Ramadan Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, Irene Umar dalam konferensi pers Harmoni Imlek Nusantara di Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Foto: ANTARA/Fitra Ashari)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Rangkaian Imlek Festival 2026 hadir dengan konsep yang unik dan inklusif. Mengingat waktu pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan, panitia penyelenggara melakukan penyesuaian jadwal agar selaras dengan ibadah umat Muslim, termasuk dalam agenda puncak perayaan.

Ketua Umum Panitia Imlek Festival, Irene Umar, menjelaskan bahwa puncak acara yang jatuh pada 28 Februari akan mengintegrasikan kegiatan buka puasa bersama dan ibadah tarawih ke dalam rangkaian resmi.

“Untuk acaranya itu kan puncaknya tanggal 28 Februari, akan dimulai dari buka puasa, kemudian tarawih juga masuk ke dalam rangkaian tersebut supaya teman-teman ya jangan menggunakan alasan Imlek jadi melewatkan salat tarawih,” kata Irene dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Jadwal dan Lokasi Festival

Secara keseluruhan, festival ini akan berlangsung dari 17 Februari hingga 3 Maret 2026. Salah satu daya tarik utamanya adalah bazar UMKM (makanan dan non-makanan) yang mulai dibuka pada 22 Februari. Untuk menghormati waktu puasa, operasional bazar akan dimulai menjelang waktu berbuka, sehingga masyarakat bisa berburu kuliner khas Imlek untuk takjil.

Irene menekankan bahwa momen ini sangat spesial bagi Indonesia. Kesamaan tradisi antara Imlek dan Ramadhan—seperti berdoa, silaturahmi, makan besar bersama keluarga, hingga beramal—menjadi bukti kuatnya kerukunan antarumat beragama.

Salah satu wujud nyata akulturasi ini akan tersaji dalam kuliner Ketupat Cap Gomeh, perpaduan unik antara menu khas lebaran dan tradisi Tionghoa.

“Harmoni Imlek Nusantara ini dikemas sebagai festival tahun baru yang merayakan keberagaman. Balik lagi ke Bhinneka Tunggal Ika itu melalui akulturasi,” tambahnya.

Empat Pilar Budaya

Festival Imlek 2026 mengusung visi besar yang dijabarkan melalui empat pilar utama sebagai fondasi perayaannya. Pertama, budaya diposisikan sebagai jembatan yang mempertemukan keindahan tradisi Tionghoa dengan kekayaan nilai Nusantara dalam sebuah harmoni yang selaras. Pilar kedua adalah inklusivitas, yang menjamin bahwa perayaan ini bersifat terbuka dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku maupun agama. Selain itu, festival ini memanfaatkan ruang publik secara maksimal, mengubah sudut kota menjadi titik interaksi sosial yang hangat bagi semua orang. Terakhir, aspek kreativitas menjadi ruh yang menghidupkan festival dengan cara mengawinkan nilai-nilai tradisional yang luhur dengan sentuhan inovasi modern yang segar.

Melalui acara ini, Indonesia kembali menunjukkan jati dirinya sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi toleransi di tengah perayaan dua hari besar yang berlangsung berdampingan. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.