TIMES JAKARTA, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketegangan perdagangan global dengan mengancam akan mengenakan tarif "skala besar" pada Uni Eropa (EU) dan Kanada jika kedua kawasan tersebut dinilai merugikan ekonomi AS.
Ancaman ini disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social, menandai eskalasi kebijakan proteksionisnya.
Trump: "Jika EU & Kanada Rugikan AS, Tarif Akan Lebih Besar!"
Dalam postingannya, Trump menegaskan: "Jika Uni Eropa bekerja sama dengan Kanada untuk merugikan AS secara ekonomi, tarif skala besar—jauh lebih besar dari yang direncanakan saat ini—akan dikenakan pada keduanya untuk melindungi sahabat terbaik yang pernah dimiliki kedua negara itu!"
Ancaman ini muncul sehari setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif 25% pada impor mobil dan truk ringan buatan luar negeri. Kebijakan tersebut mempertegas komitmennya untuk melindungi industri domestik AS melalui langkah-langkah perdagangan yang keras.
Reaksi Keras dari Uni Eropa & Kanada
1. Uni Eropa: "Tarif Merugikan Bisnis & Konsumen"
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengecam kebijakan Trump di platform X (Twitter): "Saya sangat menyesalkan keputusan AS mengenakan tarif pada ekspor otomotif EU. Tarif adalah pajak—buruk bagi bisnis, lebih buruk bagi konsumen, di AS dan EU."
2. Kanada: "Ini Serangan pada Pekerja Kami!"
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan langkah Trump sebagai "serangan langsung" terhadap pekerja Kanada:"Kami akan membela pekerja kami. Kami akan membela perusahaan kami. Kami akan membela negara kami—dan kami akan membelanya bersama-sama."
Analisis Dampak Kebijakan Trump
-
Potensi Perang Dagang Baru: Ancaman tarif lebih besar berisiko memicu retaliasi dari EU & Kanada, mirip dengan konflik dagang 2018-2020.
-
Dampak pada Pasar Otomotif: Produsen mobil Eropa & Jepang (seperti Volkswagen, BMW, Toyota) bisa terkena imbas kenaikan harga di AS.
-
Efek Domino Global: Jika tarif diperluas, rantai pasok internasional dan harga konsumen di berbagai negara bisa terdongkrak.
Mengapa Trump Kembali Gunakan Kartu Tarif?
-
Strategi Kampanye 2025: Trump berupaya menggalang dukungan basis pemilihnya dengan kebijakan "America First".
-
Tekan Defisit Perdagangan: AS masih memiliki defisit besar dengan EU (217miliar) dan Kanada (82 miliar) pada 2024.
-
Dorong Produksi Domestik: Kebijakan ini dimaksudkan untuk memaksa perusahaan asing berinvestasi di AS.
Apa Selanjutnya?
-
Respons Mitra Dagang: EU & Kanada kemungkinan akan mengajukan banding ke WTO atau menyiapkan tindakan balasan.
-
Pasar Saham & Ekonomi Global: Investor akan memantau gejolak pasar akibat ketidakpastian kebijakan Trump.
Pewarta | : Antara |
Editor | : Faizal R Arief |