TIMES JAKARTA, JAKARTA – Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi menyatakan peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Uni Emirat Arab terus meningkat, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi dan tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil negara Teluk itu.
Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha mengatakan bahwa UEA tengah memperluas pembangunan di berbagai sektor, yang semuanya membutuhkan tenaga kerja asing dalam jumlah besar.
Kondisi ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat penempatan PMI formal dan terampil, kata Judha.
“Peluang kerja bagi PMI di UEA terus meningkat. Negara ini berkembang cepat dan membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama tenaga terampil yang tidak dapat dipenuhi oleh tenaga lokal,” ujar Juda, di Abu Dhabi, Rabu (14/1/2026), .
Berdasarkan data imigrasi UEA, sekitar 81 ribu WNI bekerja di negara tersebut. Meski mayoritas masih di sektor domestik, tren pekerja terampil menunjukkan peningkatan signifikan.
“Kita melihat semakin banyak pekerja Indonesia di sektor hospitality, dan lebih dari 500 insinyur Indonesia kini bekerja di perusahaan minyak di UEA,” kata dia.
Menurut Judha, angka tersebut menunjukkan tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di sektor-sektor strategis dan potensial bagi ekonomi UEA.
“Ini kesempatan berharga untuk mendorong penempatan pekerja migran, khususnya di sektor formal dan terampil, ke UEA,” tambahnya.
Judha menegaskan peningkatan peluang kerja itu harus diimbangi dengan penerapan migrasi aman, termasuk perlindungan menyeluruh bagi PMI mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga setelah kembali ke Indonesia.
Ia memastikan KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai selalu siap memberikan pendampingan. PMI diwajibkan melapor ke perwakilan RI agar memperoleh perlindungan penuh selama berada di UEA. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Peluang Kerja PMI di UEA Kian Terbuka, Kebutuhan Tenaga Terampil Meningkat
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |