BPOM Pangkas Hambatan Regulasi Demi Garap Potensi Ekonomi Jamu Rp350 Triliun
TIMES Jakarta/Kepala BPOM RI Taruna Ikrar memberikan penjelasan potensi jamu menjadi sumber kekuatan ekonomi dan kesehatan di Kota Padang, Jumat (6/2/2026). (Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

BPOM Pangkas Hambatan Regulasi Demi Garap Potensi Ekonomi Jamu Rp350 Triliun

BPOM RI berkomitmen memperbaiki regulasi yang menghambat industri jamu nasional. Dengan potensi ekonomi Rp350 triliun, jamu diproyeksikan menjadi kekuatan global setara ginseng Korea.

TIMES Jakarta,Jumat 6 Februari 2026, 22:05 WIB
6.6K
A
Antara

JakartaBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI berkomitmen untuk segera membenahi berbagai regulasi yang selama ini dinilai menghambat akselerasi industri jamu nasional. Langkah strategis ini diambil mengingat potensi ekonomi dari sektor obat tradisional tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp350 triliun per tahun.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa perbaikan regulasi merupakan prioritas utama untuk membuka kunci kemajuan industri jamu di Indonesia.

"Untuk aspek regulasi, BPOM akan memperbaiki segala regulasi yang bisa menghambat pengembangan potensi jamu," ujar Taruna Ikrar usai memberikan kuliah umum di Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat, Jumat (6/2/2026).

Sebagai langkah konkret, BPOM bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk merevisi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58. Nantinya, aturan tersebut akan digantikan dengan Peraturan BPOM yang dirancang khusus untuk memajukan industri jamu tanah air.

Indonesia sendiri merupakan produsen jamu terbesar di dunia. Hingga saat ini, BPOM telah menerbitkan sekitar 20 ribu izin edar untuk berbagai produk jamu, yang sebagian besar telah mendapatkan pengakuan internasional. Namun, Taruna menyayangkan sektor ini belum terkelola secara maksimal jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia lainnya.

"Kalau di India mereka punya pengembangan rempah-rempah khusus, di Korea Selatan mereka punya ginseng, dan Indonesia seharusnya kita punya kekuatan di jamu," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa di China dan Korea Selatan, obat tradisional telah menjadi sumber pemasukan negara yang signifikan. Menurutnya, kondisi ini menjadi bukti kuat bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan produk jamu lokal sebagai kontributor utama di aspek kesehatan global.

BPOM pun menegaskan pentingnya amplifikasi potensi tersebut. Meski berstatus sebagai produk lokal, jamu harus diperluas jangkauannya agar mampu memberikan pengaruh secara global.

"BPOM menegaskan potensi yang ada tersebut hendaknya diamplifikasi. Peluang ini harus diperluas atau ditingkatkan meskipun hanya produk lokal tetapi dapat memberikan pengaruh secara global," pungkas Taruna. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.