https://jakarta.times.co.id/
Berita

Cak Udin Apresiasi Dirut BEI Mundur Usai IHSG Alami Trading Halt

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:52
Cak Udin Apresiasi Dirut BEI Mundur Usai IHSG Alami Trading Halt M. Hasanuddin Wahid, Anggota Komisi XI DPR RI.

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, memberikan apresiasi atas keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman, yang mengundurkan diri dari jabatannya setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut.

Hasanuddin Wahid, yang akrab disapa Cak Udin, menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sikap kenegarawanan di tengah tekanan besar yang dihadapi pasar modal nasional.

“Keputusan itu menunjukkan tanggung jawab kepemimpinan. Saya menghormati sikap gentle Pak Iman dalam menyikapi gejolak pasar yang terjadi,” ujar Cak Udin, Jumat (30/1/2026).

Menurut Cak Udin, IHSG bukan sekadar indikator teknis pasar modal, tetapi juga menjadi barometer kondisi ekonomi nasional serta cerminan kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, terhadap Indonesia. Karena itu, stabilitas dan kredibilitas BEI harus dijaga secara serius.

Sekretaris Jenderal DPP PKB tersebut menegaskan bahwa peristiwa trading halt selama dua hari berturut-turut menjadi pelajaran penting bagi pengelolaan pasar modal ke depan, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Ia juga berharap sosok pengganti Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI dapat memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, profesional, dan berintegritas.

“Kami berharap Dirut BEI berikutnya mampu menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan publik. Bursa efek adalah wajah perekonomian Indonesia di mata dunia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Cak Udin menilai BEI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami aspek teknis pasar, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif serta membaca arah perkembangan global agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan aset utama pasar modal. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan langkah strategis harus berorientasi pada penguatan stabilitas dan perlindungan kepentingan investor.

"Pentingnya penguatan tata kelola, transparansi, dan mitigasi risiko agar BEI tetap dipercaya sebagai pilar utama perekonomian Indonesia serta mampu menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global yang terus berubah," pungkasnya. (*)

Pewarta : Hainor Rahman
Editor : Hainorrahman
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.