https://jakarta.times.co.id/
Berita

Fasilitas PDAM Rusak Berat, Pemerintah Bangun Ulang Infrastruktur Air di Aceh Tamiang

Kamis, 01 Januari 2026 - 21:49
Rapat dengan Presiden Prabowo: Bupati Aceh Tamiang Paparkan Progres Air Bersih Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan oasca-bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026). (Foto: ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, melaporkan perkembangan terkini terkait pemulihan infrastruktur pascabencana banjir besar yang melanda wilayahnya pada November 2025 lalu. Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto yang dipantau secara daring pada Kamis (1/1/2026), Armia menyoroti kerusakan fatal pada fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat yang hingga kini masih dalam tahap perbaikan intensif.

"PDAM kami mengalami kerusakan yang cukup fatal dan saat ini sedang dalam tahap perbaikan," ujar Armia Fahmi kepada Presiden.

Saat ini, layanan distribusi air bersih baru mampu menjangkau dua kecamatan, yakni Kuala Simpang dan Karang Baru. Guna mempercepat pemulihan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan dua unit genset untuk memastikan pasokan listrik di instalasi air tetap stabil. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun ulang infrastruktur air bersih di tiga kecamatan terdampak lainnya guna memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Sebagai langkah darurat di tengah perbaikan infrastruktur permanen, sinergi antara TNI dan Polri menjadi kunci dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan pengeboran air bersih di 129 titik strategis, termasuk di lokasi pengungsian, sekolah, masjid, dan kantor kecamatan. Upaya ini didukung dengan pengerahan 10 unit pemadam kebakaran dari Kementerian Pertahanan untuk mempercepat proses pembersihan area terdampak.

Terkait teknis pengeboran, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan adanya pembagian peran dalam pengadaan air bersih. Sumur bor yang dibangun Polri memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 30 meter, sementara TNI AD membangun sumur bor dengan kedalaman 100 hingga 200 meter yang dikhususkan untuk kebutuhan air minum berkualitas. Selain sumur bor, suplai air melalui mobil tangki ke desa-desa juga dipastikan terus berjalan setiap hari untuk menutupi kekurangan akses air.

"Semuanya sudah dilaksanakan, tapi masih kurang. Untuk sehari-hari, saya rasa masih cukup untuk tanki air jalan terus setiap hari," katanya.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja simultan antarlembaga agar masyarakat Aceh Tamiang tidak berlama-lama mengalami krisis air bersih. Meskipun ribuan titik bor telah dibangun oleh TNI, Polri, dan BNPB, pemerintah mengakui masih diperlukan upaya tambahan demi memastikan seluruh kebutuhan harian warga terpenuhi secara memadai selama masa rekonstruksi infrastruktur utama. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.