Menaker RI Ida Fauziyah: Indonesia Dapat Bonus Demografi pada 2030
TIMES Jakarta/Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Ida Fauziyah (foto: Dokumen/Kemanaker)

Menaker RI Ida Fauziyah: Indonesia Dapat Bonus Demografi pada 2030

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Ida Fauziyah menegaskan bahwa Indonesia berpotensi besar mendapatkan bonus demografi yang puncaknya terjadi pada 2030. Hal itu terlihat dari generasi muda yang sangat produktif.

TIMES Jakarta,Senin 25 Oktober 2021, 18:01 WIB
659.9K
E
Edy Junaedi Ds

JAKARTAMenteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Ida Fauziyah menegaskan bahwa Indonesia berpotensi besar mendapatkan bonus demografi yang puncaknya terjadi pada 2030. Hal itu terlihat dari generasi muda yang sangat produktif.

Menurut Menteri Ida, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan didominasi usia produktif, yaitu usia antara 14-64 tahun. Jumlah usia produktif mencapai 70 persen dari jumlah penduduk. Jika mereka difasilitasi kemampuannya dengan maka negara akan diuntungkan.

Dia menjelaskan untuk mendapatkan bonus demografi yang menguntungkan, dibutuhkan serangkaian persyaratan, di antaranya penduduk yang masuk kategori usia produktif memiliki kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi.

“Jadi pemerintah berharap, bonus demografi justru suatu opportunity (kesempatan untuk maju) bagi Indonesia, bukan sebuah threat (ancaman) atau kendala,” kata Menteri Ida Fauziah di Jakarta, Senin (25/10/2021).

"Saya percaya dan yakin bonus demografi yang membawa dampak positif bagi Indonesia akan kita raih dan kita akan masuk menjadi negara maju di tahun 2045 kalau kita mempersiapkan dengan baik, termasuk Pesantren Bina Insan Mulia yang akan mempersiapkan Indonesia menjadi negara maju yang memiliki kedisiplinan yang tinggi dan etos kerja yang tinggi," lanjut Ida.

Menaker mengatakan, jumlah usia produktif yang ada di Indonesia merupakan anugerah yang harus dimanfaat dengan baik, sehingga menjadi bonus demografi dan bukan sebaliknya menjadi bencana demografi.

"Tidak semua negara mendapatkan bonus demografi. Di antara negara-negara yang mendapatkannya, yaitu Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Bonus demografi mengantarkan Jepang menjadi negara maju, mengatarkan Tiongkok menjadi negara maju, Korsel maju. Dan tidak sedikit juga yang gagal memanfaatkannya seperti Afrika dan Brazil," pungkas Menaker RI Ida Fauziyah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Edy Junaedi Ds
|
Editor:Irfan Anshori

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.