Hasil MA AS, RI Siap Pembicaraan Lanjutan Soal Tarif
TIMES Jakarta/Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) mendatangani perjanjian perdagangan timbal balik di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). (FOTO: ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet)

Hasil MA AS, RI Siap Pembicaraan Lanjutan Soal Tarif

Indonesia akan melanjutkan dialog dengan AS usai Mahkamah Agung membatalkan tarif global Trump. Pemerintah prioritaskan kepentingan nasional.

TIMES Jakarta,Sabtu 21 Februari 2026, 14:21 WIB
554
A
Antara

JAKARTAKementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia memastikan akan melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat menyusul putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan Indonesia akan tetap mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap langkah lanjutan.

“Akan ada pembicaraan selanjutnya antara kedua pihak terhadap segala keputusan yang diambil dan Indonesia akan tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional ke depannya,” ujar Haryo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Mahkamah Agung AS melalui voting 6-3 pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat memutuskan bahwa Presiden Trump tidak memiliki kewenangan memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).

Namun dinamika belum berhenti. Tak lama setelah putusan tersebut, Trump kembali mengumumkan rencana “tarif impor global” sebesar 10 persen.

“Sehubungan dengan dinamika yang terjadi di Amerika Serikat utamanya terkait Kelanjutan Agreement On Reciprocal Trade (ART) RI-AS, pada prinsipnya Indonesia akan mengamati terus kondisi terkini yang berkembang,” ujar Haryo.

Menurut pemerintah, implementasi ART belum dapat berjalan karena masih membutuhkan proses ratifikasi di kedua negara.

“Artinya terhadap perjanjian ini pihak Indonesia juga masih perlu proses ratifikasi dan perjanjian ini belum langsung berlaku, serta pihak Amerika Serikat juga perlu proses yg sama di negaranya dengan perkembangan terbaru ini,” kata dia.

Sementara itu, tarif impor menjadi salah satu pilar utama agenda "America First" Presiden Trump. Menurut dia, langkah tersebut mampu menghidupkan kembali sektor manufaktur, menciptakan lapangan kerja, mengurangi utang nasional, serta meningkatkan pendapatan pajak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.