https://jakarta.times.co.id/
Gaya Hidup

Cara Memilih Sepatu Lari Agar Tidak Cedera: Panduan Berdasarkan Bentuk Kaki

Senin, 19 Januari 2026 - 01:27
Jangan Asal Keren! Ini Cara Menentukan Sepatu Lari yang Sesuai dengan Bentuk Kaki Ilustrasi. Memilih sepatu lari menjadi salah satu hal penting untuk menghindari cidera. (Foto: Freepik)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Banyak pelari pemula yang membeli sepatu lari hanya karena modelnya yang trendi atau warnanya yang mencolok. Namun, tahukah Anda bahwa menggunakan sepatu yang tidak sesuai dengan bentuk kaki adalah penyebab utama cedera seperti shin splints, lecet, hingga nyeri lutut?

Sepatu lari adalah investasi kesehatan. Untuk menemukan "jodoh" yang tepat bagi kaki Anda, mari simak panduan lengkap menentukan sepatu lari berdasarkan bentuk kaki berikut ini.

1. Kenali Tipe Arkus (Lengkungan) Kaki Anda

Langkah pertama yang paling krusial adalah mengetahui tipe lengkungan telapak kaki Anda. Anda bisa mengetahuinya dengan "Wet Test": Basahi telapak kaki, lalu injaklah selembar karton gelap atau lantai semen. Lihat jejak yang tertinggal:

  • Arkus Rendah (Flat Foot): Jejak kaki terlihat penuh dan lebar. Kaki tipe ini cenderung mendarat terlalu ke dalam (overpronation).

  • Arkus Normal (Neutral): Jejak kaki memperlihatkan lengkungan yang seimbang, dengan garis penghubung yang pas antara tumit dan bagian depan.

  • Arkus Tinggi (High Arch): Jejak kaki hanya memperlihatkan tumit dan bagian depan saja, dengan garis penghubung yang sangat tipis atau tidak ada sama sekali. Kaki ini cenderung kaku saat meredam benturan.

2. Pilih Kategori Sepatu yang Tepat

Setelah mengetahui tipe arkus, saatnya memilih kategori sepatu yang diciptakan produsen untuk anatomi tersebut:

  • Sepatu Motion Control: Sangat cocok untuk pemilik kaki rata (flat foot). Sepatu ini memiliki sol yang kaku di bagian tengah untuk mencegah kaki berputar terlalu dalam saat berlari.

  • Sepatu Stability: Pilihan terbaik untuk pemilik arkus normal. Sepatu ini memberikan keseimbangan antara bantalan (cushioning) dan dukungan lengkungan.

  • Sepatu Neutral/Cushioned: Dirancang untuk pemilik arkus tinggi. Karena kaki tipe ini kurang fleksibel meredam guncangan, Anda membutuhkan sepatu dengan bantalan ekstra empuk untuk melindungi sendi.

3. Beri Ruang untuk Jari-Jari (Rule of Thumb)

Jangan pernah membeli sepatu lari yang ukurannya pas merapat ke ujung jari seperti sepatu pesta. Saat berlari, kaki Anda akan memuai dan bergeser ke depan.

Pastikan ada sisa ruang sekitar 1 cm hingga 1,5 cm (setebal ibu jari tangan) antara ujung jari terpanjang Anda dengan ujung dalam sepatu. Ini penting untuk mencegah kuku hitam atau jari kaki lecet setelah lari jarak jauh.

4. Belanja Sepatu di Sore Hari

Ini adalah rahasia para pelari berpengalaman. Kaki manusia akan mencapai ukuran maksimalnya di sore hari setelah beraktivitas seharian. Membeli sepatu di pagi hari berisiko membuat sepatu terasa kekecilan dan menyesakkan saat digunakan berlari di kemudian hari.

5. Jangan Lupakan Kaus Kaki

Saat mencoba sepatu di toko, pastikan Anda menggunakan kaus kaki yang biasa Anda gunakan untuk lari. Ketebalan kaus kaki olahraga sangat memengaruhi kenyamanan dan kecocokan sepatu di kaki Anda.

Sepatu terbaik bukanlah sepatu termahal, melainkan sepatu yang mampu menopang keunikan bentuk kaki Anda. Dengan memilih sepatu yang tepat, Anda tidak hanya lari lebih jauh, tetapi juga lari lebih aman dari risiko cedera. (*)

Pewarta : Deasy Mayasari
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.