Siklus Tidur Terganggu Karena Sahur? Ini Trik Mengatur Waktu Tidur Agar Tetap Fit
TIMES Jakarta/Ilustrasi. Mengatur waktu tidur saat Ramadan diperlukan agar tubuh tetap fit. (Foto: istimewa)

Siklus Tidur Terganggu Karena Sahur? Ini Trik Mengatur Waktu Tidur Agar Tetap Fit

Mengatur waktu tidur selama bulan Ramadan seringkali menjadi tantangan besar, tak sedikit yang merasa lemas dan kantuk berlebih di siang hari.

TIMES Jakarta,Jumat 20 Februari 2026, 20:16 WIB
349
D
Deasy Mayasari

JakartaBulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Namun jujur saja, tantangan terbesarnya bagi fisik seringkali bukan rasa lapar, melainkan rasa kantuk. Perubahan jadwal karena harus bangun sahur dan ibadah malam seringkali memotong durasi tidur kita sebanyak 1–2 jam.

Mengatur waktu tidur selama bulan Ramadan sangat diperlukan. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa tetap segar dan fokus. Berikut adalah panduannya:

1. Terapkan Strategi "Tidur Lebih Awal"

Jangan menunggu hingga larut malam untuk memejamkan mata. Jika biasanya Anda tidur jam 11 malam, majukan menjadi jam 9 atau 10 malam setelah salat Tarawih.

Mengejar durasi tidur di awal malam sangat krusial karena kualitas Deep Sleep (tidur nyenyak) biasanya paling optimal sebelum tengah malam. Semakin cepat Anda tidur, semakin besar cadangan energi untuk bangun sahur tanpa rasa pening.

2. Manfaatkan Power Nap (Tidur Siang Singkat)

Di siang hari, saat konsentrasi mulai menurun, manfaatkan waktu istirahat kantor untuk power nap dengan Durasi Ideal: 15–20 menit. Tidur lebih dari 30 menit justru akan membuat Anda mengalami sleep inertia, yaitu perasaan "linglung" dan semakin lemas saat bangun.

3. Jaga Kualitas Tidur (Quality over Quantity)

Ketika kuantitas atau jumlah jam tidur berkurang akibat jadwal sahur, maka meningkatkan kualitas tidur menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Anda bisa memulainya dengan menciptakan lingkungan kamar yang gelap total untuk memicu produksi hormon melatonin secara maksimal, yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur alami tubuh. Selain itu, pastikan suhu ruangan tetap sejuk agar tubuh lebih cepat mencapai fase rileks dan terhindar dari rasa gerah yang mengganggu kenyamanan.

Terakhir, sangat penting untuk menjaga area tempat tidur bebas dari gadget; hindarilah kebiasaan scrolling media sosial setidaknya 30 menit sebelum memejamkan mata, karena paparan blue light dari layar ponsel dapat menghambat rasa kantuk dan membuat otak tetap terjaga di saat seharusnya ia beristirahat.

4. Perhatikan Apa yang Anda Konsumsi

Apa yang Anda makan saat berbuka dan sahur sangat berpengaruh pada kemudahan Anda untuk tidur kembali. Hindari kafein berlebih. Kopi atau teh saat sahur mungkin terasa menolong, tapi kafein berlebih bisa membuat Anda sulit tidur lagi setelah subuh.

Kurangi makanan berlemak berat. Perut yang terlalu penuh dan bekerja keras mencerna makanan berminyak dapat memicu acid reflux (asam lambung naik) yang mengganggu kenyamanan tidur.

5. Konsistensi

Cobalah untuk memiliki jadwal tidur dan bangun yang sama setiap hari, bahkan di hari libur. Tubuh manusia memiliki jam biologis (ritme sirkadian) yang menyukai rutinitas. Semakin disiplin Anda, semakin cepat tubuh beradaptasi dengan pola tidur Ramadan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Deasy Mayasari
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.