Mengagumkan, Batik Saji Pacitan Tembus hingga Pasar Ekspor Swiss
TIMES Jakarta/Proses canting pembuatan Batik Saji di rumah produksi Sukoharjo, Pacitan untuk pesanan pasar ekspor Swiss. (Foto: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Mengagumkan, Batik Saji Pacitan Tembus hingga Pasar Ekspor Swiss

Batik Saji merupakan produk batik khas Pacitan yang tak hanya lestari, tapi juga berdaya saing global hingga tembus pasar ekspor Swiss.

TIMES Jakarta,Selasa 13 Mei 2025, 16:32 WIB
870.3K
Y
Yusuf Arifai

PACITANBatik Saji merupakan produk batik khas Pacitan yang tak hanya lestari, tapi juga berdaya saing global hingga tembus pasar ekspor Swiss.

Batik Saji berdiri sejak tahun 1987, didirikan oleh pasangan Saji dan Samuri.  Di balik kesederhanaan rumah produksinya di Dusun Ngerjoso, tersimpan cerita tentang ketekunan, komitmen, dan harapan. 

Tak kurang dari 50 warga sekitar terlibat langsung dalam proses produksi, sebagian besar di antaranya adalah perempuan.

“Hampir semuanya ikut membatik dan untuk proses mencanting bisa dikerjakan di rumah masing-masing. Sementara proses pewarnaan kami kerjakan di sini (rumah produksi),” ujar Saji, Selasa (13/5/2025).

Saji tak hanya menghidupkan batik, tapi juga menghidupkan harapan warga di sekitarnya.  Ia membuka peluang kerja rumahan bagi ibu rumah tangga agar tetap produktif tanpa meninggalkan peran domestik mereka. 

Model ini menjadikan Batik Saji sebagai contoh nyata UMKM yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya.

Pemerintah daerah pun tak tinggal diam. Lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pacitan, Batik Saji kerap mendapat pelatihan serta pendampingan usaha.

 “Disdagnaker banyak membantu, mulai pelatihan hingga pengembangan desain dan pemasaran. Itu sangat membantu kami untuk terus berkembang,” tutur Saji.

Kini, Batik Saji tak lagi sekadar dikenal di lingkup lokal. Produk batik ini telah merambah ke berbagai kota besar di Indonesia dan bahkan diekspor ke luar negeri.

 Swiss menjadi salah satu negara tujuan, membuktikan bahwa batik Pacitan memiliki tempat di mata dunia. 

Kualitas bahan dan keunikan coraknya juga diakui. Tahun ini, Batik Saji bahkan mendapat pesanan khusus untuk pembuatan seragam haji.

Soal motif, Batik Saji terus berinovasi. Mereka tak terpaku pada satu pola, tapi tetap menjunjung ciri khas lokal.  Salah satu motif paling ikonik adalah motif pace, buah yang sangat lekat dengan identitas Pacitan.

“Kalau motif itu banyak, selalu berinovasi tergantung peminat. Tapi motif pace itu yang jadi ciri khas Pacitan dan paling banyak diminati,” ungkap Saji.

Cerita Batik Saji bukan sekadar cerita sukses bisnis kecil. Ini adalah narasi tentang bagaimana budaya bisa hidup berdampingan dengan modernitas, tentang perempuan desa yang jadi penggerak ekonomi, dan tentang batik Pacitan yang berjaya di panggung global. 

Di balik tiap goresan canting, terselip ketulusan, semangat, dan cinta terhadap warisan leluhur. Kini, batik khas Pacitan ini terus eksis dan sukses menembus pasar ekspor ke Swiss. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.