Etika Perjalanan: Wisata Cerdas untuk Destinasi Berkelanjutan
TIMES Jakarta/Menjadi wisatawan cerdas dengan menerapkan etika perjalanan. (Foto: Ilustrasi/Canva)

Etika Perjalanan: Wisata Cerdas untuk Destinasi Berkelanjutan

Etika bepergian penting untuk jaga destinasi wisata. Hindari seret koper di situs bersejarah Eropa, hormati budaya lokal, dan jaga sopan santun di hotel. Tips dari Travel + Leisure.

TIMES Jakarta,Minggu 22 Maret 2026, 12:01 WIB
38
A
Abdul Mutakim

JAKARTAEtika bepergian menjadi sorotan utama seiring bangkitnya pariwisata dunia. Menjadi wisatawan cerdas bukan hanya soal kenyamanan pribadi, tetapi juga tentang menghormati budaya, hukum lokal, dan keberlanjutan destinasi.

Dilansir dari Travel + Leisure Asia & Travel + Leisure Global Guides, menjaga sopan santun selama perjalanan membantu memastikan destinasi tetap aman dan pengalaman wisata lebih menyenangkan.

Di kota-kota bersejarah Eropa, perhatian terhadap etika bagasi semakin penting. Larangan menyeret koper beroda di situs bersejarah diterapkan untuk mencegah kerusakan batu-batu kuno dan menjaga keamanan wisatawan.

Travel + Leisure menyarankan: “Gunakan layanan porter atau transportasi air jika di Venesia, dan jangan pernah menyeret koper di anak tangga monumen bersejarah agar terhindar dari denda yang bisa mencapai ratusan Euro.” Larangan ini berlaku di kota-kota seperti Venesia dan Roma.

Di hotel bintang lima, perilaku kecil tamu memengaruhi pengalaman staf dan tamu lain. Menumpuk handuk basah di satu tempat, menyiapkan uang tunai kecil untuk tips housekeeping atau bellboy, dan menurunkan volume TV atau ponsel setelah pukul 10 malam merupakan kebiasaan yang sangat dihargai staf hotel.

Selain itu, wisatawan perlu memperhatikan etika fotografi dan media sosial. Selalu minta izin sebelum memotret warga lokal atau anak-anak, serta hindari penggunaan selfie stick di area ramai. Beberapa situs suci juga melarang penggunaan lampu kilat.

Menghormati budaya dan hukum lokal wajib bagi wisatawan cerdas. Aturan berpakaian di tempat ibadah sebaiknya dipatuhi, menutupi bahu dan lutut, dan memahami beberapa ungkapan dasar bahasa lokal, seperti “Terima kasih” atau “Tolong,” dapat membangun komunikasi lebih hangat.

Transportasi publik juga membutuhkan kesadaran kolektif. Menjaga volume suara dan memberi prioritas tempat duduk bagi lansia, ibu hamil, atau penyandang disabilitas meningkatkan kenyamanan semua penumpang.

Seorang pekerja BUMN yang telah melakukan perjalanan ke Eropa dan Asia, Adi Kurniawan membagikan pengalaman tentang etika perjalanan.

“Saya selalu memperhatikan aturan setempat, seperti tidak menyeret koper di situs bersejarah dan selalu menghormati jam istirahat hotel. Ini membantu saya menikmati perjalanan tanpa masalah,” kata Adi Kurniawan saat dihubungi melalui ponsel, Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan bahwa kebiasaan kecil seperti memberi tip langsung kepada staf hotel atau bertanya sebelum mengambil foto membantu menciptakan kesan positif bagi warga lokal dan staf.

Wulan, seorang traveler lokal yang telah menjelajahi berbagai provinsi di Indonesia, menekankan pentingnya memahami budaya daerah dan kebiasaan unik tiap wilayah.

“Setiap provinsi punya kebiasaan unik. Misalnya, saat mengunjungi Bali, saya selalu menghormati upacara adat dan berpakaian sopan ketika memasuki pura,” kata Wulan saat ditemui pada Sabtu, (14/3/2026).

Ia menambahkan bahwa menghormati budaya lokal tidak hanya membuat wisatawan diterima, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih bermakna tentang masyarakat setempat.

Bepergian dengan etika yang baik membantu menjaga kelestarian destinasi untuk generasi mendatang. Wisatawan yang sadar etika memastikan pengalaman mereka tidak meninggalkan jejak negatif.

Selain itu ditekankan juga bahwa tujuan utama perjalanan adalah memperluas wawasan, menghargai budaya, dan berinteraksi positif dengan masyarakat lokal.

Dengan mempraktikkan etika perjalanan, wisatawan tidak hanya menikmati liburan secara nyaman, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan destinasi dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Abdul Mutakim
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.