Rahasia Mengatasi Anak Picky Eater: Trik Sensorik yang Disarankan Dokter Anak
TIMES Jakarta/Ilustrasi anak picky eater.

Rahasia Mengatasi Anak Picky Eater: Trik Sensorik yang Disarankan Dokter Anak

Dokter anak membagikan cara mengatasi anak picky eater melalui sensory play dan metode sensory food hierarchy. Orang tua juga diminta memastikan kemungkinan alergi susu sapi.

TIMES Jakarta,Minggu 8 Maret 2026, 03:19 WIB
77
H
Hendarmono Al Sidarto

JAKARTAKebiasaan anak yang terlalu pemilih makanan atau picky eater kerap membuat orang tua khawatir. Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A membagikan sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak lebih terbuka terhadap berbagai jenis makanan.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, dilansir Antara akhir pekan ini, dr. Ian menjelaskan bahwa salah satu metode yang bisa dicoba adalah sensory play atau permainan yang melatih sensorik anak menggunakan berbagai tekstur makanan. Aktivitas ini membantu anak mengenal makanan secara menyenangkan tanpa tekanan untuk langsung memakannya.

Selain itu, orang tua juga dapat menerapkan metode sensory food hierarchy, yaitu pendekatan bertahap yang membuat anak berinteraksi dengan makanan mulai dari melihat, menyentuh, mencium, hingga akhirnya mencoba memakannya.

Menurut dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut, langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menaruh makanan yang tidak disukai anak di piringnya setiap hari. Tujuannya bukan untuk memaksa anak makan, tetapi membiasakan anak melihat makanan tersebut sehingga rasa penasaran perlahan muncul.

“Misalnya anak tidak mau makan daging sama sekali, tetap letakkan daging di piring setiap hari. Tidak masalah jika dia belum mau makan, yang penting anak terbiasa melihatnya. Lama-lama biasanya anak akan penasaran,” jelasnya.

Di sisi lain, dr. Ian juga mengingatkan orang tua untuk memastikan terlebih dahulu apakah anak benar-benar memiliki alergi terhadap susu sapi. Ia menilai cukup banyak kasus anak yang diduga alergi susu sapi, tetapi setelah diperiksa ternyata tidak memiliki alergi tersebut.

Untuk mengetahuinya, orang tua dapat mencoba memberikan susu sapi sambil mengamati apakah muncul gejala seperti ruam, muntah, batuk, atau pilek. Jika gejala muncul, konsumsi susu sapi sebaiknya dihentikan sementara selama dua hingga empat minggu hingga gejala benar-benar hilang.

Setelah itu, susu sapi dapat dicoba kembali. Jika dalam satu hingga tiga hari gejala kembali muncul, maka besar kemungkinan anak memang memiliki alergi terhadap susu sapi sehingga perlu penanganan lebih lanjut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hendarmono Al Sidarto
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.