Bernabeu Sunyi: Madrid Takluk oleh Getafe
Kekalahan kedua beruntun Real Madrid membuka celah di papan atas La Liga. Getafe raih kemenangan perdana di Bernabeu sejak 2008.
JAKARTA – Santiago Bernabéu kembali sunyi. Untuk kali kedua secara beruntun di La Liga, Real Madrid tumbang. Kali ini, gol voli spektakuler Martín Satriano memastikan Getafe mencuri kemenangan 1-0, sekaligus mengguncang persaingan papan atas Liga Spanyol.
Satriano Hukum Kelengahan Madrid
Pada laga yang berlangsung Selasa dini hari tadi, Real Madrid menguasai bola sejak awal, tetapi dominasi itu tak diikuti efektivitas. Peluang demi peluang lahir, termasuk sepakan Arda Güler yang ditepis gemilang oleh kiper Getafe, David Soria. Ia juga menggagalkan peluang emas Vinícius Júnior saat berhadapan satu lawan satu.
Alih-alih unggul, Madrid justru kebobolan enam menit jelang turun minum. Umpan silang dari sisi kanan sempat disapu, tetapi bola liar jatuh ke kaki Martín Satriano. Tanpa kontrol berlebih, pemain asal Uruguay itu melepaskan voli keras dari luar kotak penalti yang menghujam atap gawang.
Gol tersebut menjadi yang kedua dalam tiga laga terakhir bagi Satriano, yang bergabung dengan status pinjaman dari Olympique Lyonnais pada bursa transfer terakhir.
Dominasi Tanpa Daya Gedor
Memasuki babak kedua, Madrid terus menekan. Antonio Rüdiger dan pemain pengganti Rodrygo sempat mengancam, namun rapatnya lini belakang Getafe serta performa konsisten Soria membuat skor tak berubah.
Frustrasi tuan rumah memuncak di masa tambahan waktu ketika Franco Mastantuono menerima kartu merah akibat protes berlebihan. Getafe juga kehilangan Adrián Liso di menit akhir, tetapi waktu tak cukup bagi Madrid memanfaatkan situasi.
Dampak pada Persaingan La Liga
Kekalahan ini membuat Real Madrid gagal memangkas jarak empat poin dari pemuncak klasemen, Barcelona yang kini mengemas 64 poin. Tekanan dalam perburuan gelar pun semakin besar, terutama setelah dua kekalahan beruntun memperlihatkan masalah efektivitas lini depan.
Sebaliknya, kemenangan ini bersejarah bagi Getafe. Untuk pertama kalinya sejak 2008, mereka menang di Santiago Bernabéu. Tambahan tiga poin mengangkat posisi mereka ke peringkat ke-11 klasemen dan menjauh delapan poin dari zona degradasi.
Bek Getafe, Kiko Femenía, kepada DAZN menyebut kemenangan itu sebagai hasil kerja kolektif. “Datang ke sini selalu sulit. Kami bertahan dengan sangat baik dan mencetak gol saat punya kesempatan. Bahkan kami bisa saja menambah gol lewat serangan balik,” ujarnya.
Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, menilai timnya sebenarnya layak mencetak gol.
“Kami memiliki peluang yang lebih jelas dibanding Getafe. Kami pantas mencetak gol, tetapi sepak bola bukan soal siapa yang pantas,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers usai laga.
Menurutnya, pertandingan berjalan sesuai prediksi. Getafe tampil disiplin dengan blok pertahanan rendah dan memanfaatkan satu momen secara maksimal.
“Mereka mencetak gol yang luar biasa dan kami tidak mampu memanfaatkan peluang yang kami miliki,” tambahnya.
Tekanan 36 Poin Tersisa
Kekalahan ini membuat Madrid tetap terpaut empat poin dari Barcelona. Namun Arbeloa menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah.
“Masih ada 36 poin tersisa dan kami tidak punya tujuan lain selain berjuang untuk meraih 36 poin itu. Tidak ada seorang pun di sini yang akan menyerah. Ini Real Madrid,” tegasnya.
Ia mengakui performa tim masih bisa ditingkatkan, terutama saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat.
“Kami harus lebih agresif di lini depan, menempatkan lebih banyak pemain di garis terakhir dan menciptakan ancaman dari kedua sisi sayap. Itu yang harus kami perbaiki,” katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



