FIFA Siapkan Penganti Iran di Piala Dunia 2026
Timnas Iran mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 akibat konflik Iran–AS. Jika terjadi, sanksi finansial besar dan kemungkinan pengganti dari Asia menunggu keputusan FIFA.
JAKARTA – Keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk menyusul eskalasi bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Ketegangan yang memuncak membuat persiapan tim nasional serta rencana tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia menjadi sangat tidak pasti.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengakui kondisi yang terjadi pasca serangan AS dan Israel sangat memengaruhi persiapan tim. “Dengan apa yang terjadi, rasanya sulit bagi kami untuk menyambut Piala Dunia dengan rasa optimisme,” ujar Taj, yang menggambarkan kegelisahan internal federasi atas ancaman konflik yang belum mereda.
Ketidakpastian Partisipasi dan Dampaknya
Iran sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dengan lolos dari kualifikasi Asia dan tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir, yang seluruh pertandingan grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat. Namun, keputusan militer dan politik baru-baru ini, termasuk serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, mengaburkan prospek perjalanan tim ke Amerika.
Belum ada keputusan resmi mundur, namun sinyal kuat dikirim oleh pejabat federasi yang menyebut partisipasi tim “sulit” di bawah situasi saat ini. FIFA sendiri menyatakan terus memantau perkembangan dan berupaya memastikan keamanan sehingga semua peserta dapat ambil bagian.
Risiko Finansial dan Regulasi FIFA
Spekulasi mengenai potensi mundur Iran bukan tanpa konsekuensi. Menurut aturan resmi FIFA, federasi yang menarik diri dari Piala Dunia harus membayar sanksi finansial dan mengembalikan pendanaan yang telah diterima untuk persiapan dan hadiah kompetisi. Jumlah kerugian yang mungkin harus ditanggung oleh federasi Iran diperkirakan lebih dari USD 10,5 juta (sekitar Rp168 miliar)—termasuk hadiah tahap grup dan biaya persiapan—ditambah denda hingga CHF 500 000 (sekitar Rp9 miliar), tergantung waktu pengunduran diri.
Selain kerugian finansial, sanksi tambahan bisa mencakup pembatalan partisipasi di ajang FIFA berikutnya, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2030, jika keputusan mundur diambil mendekati atau selama turnamen.
Peluang Pengganti di Piala Dunia
Jika Iran benar-benar mundur, FIFA memiliki wewenang untuk menunjuk tim pengganti demi menjaga integritas format 48 negara di putaran final. Kandidat kuat pengganti dari zona Asia adalah Timnas Irak, yang baru saja maju ke babak playoff antar-benua, dan jika mereka lolos, posisi selanjutnya dapat diisi oleh Timnas Uni Emirat Arab sebagai tim Asia berikutnya berdasarkan peringkat kualifikasi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



