Pasca Puncak Ibadah Haji, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Kontrol Aktivitas Ibadahnya
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mengontrol diri dari aktivitas berlebih pasca puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Makkah – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mengontrol diri dari aktivitas berlebih pasca puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Menurut Wamenhaj jemaah yang tidak dapat mengontrol diri dengan melakukan beragam aktivitas berlebih memiliki risiko kelelahan khususnya jemaah haji Indonesia yang memiliki riwayat penyakit bawaan.
“Biasanya tren pelaksanaan haji pasca armuzna itu tingkat kematian jemaah itu relatif tinggi. Kenapa? Karena ada kelelahan terutama dialami oleh mereka-mereka yang memiliki comorbid,” ucap Wamenhaj Dahnil kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah dikutip pada Senin (1/6/2026).
Wamenhaj Dahnil meminta jemaah haji Indonesia untuk memanfaatkan waktu pasca puncak ibadah di Armuzna ini untuk beristirahat dan tidak segan-segan meminta bantuan petugas kesehatan jika membutuhkan bantuan medis.
“Kalau kemudian membutuhkan asistensi dari dokter silahkan datang ke klinik-klinik di sektor masing-masing di dekat hotelnya masing-masing,” ajak Wamenhaj Dahnil.
“Kita berharap jemaah haji itu jangan banyak memporsir kegiatan-kegiatan yang itu nanti akan berdampak terhadap kesehatan beliau-beliau,” tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

