Anak 1 Tahun Susah Makan, Peran Nutrisi Pendamping Perlu Dipahami Orang Tua
Penurunan nafsu makan pada anak usia 1 tahun merupakan fase umum dalam tumbuh kembang. Nutrisi pendamping seperti susu pertumbuhan dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi harian, namun tetap harus diimbangi pola makan seimbang dan konsultasi tenaga
JAKARTA – Penurunan nafsu makan merupakan kondisi yang kerap dialami anak saat memasuki usia 1 tahun. Fase ini umumnya terjadi bersamaan dengan proses adaptasi terhadap makanan padat (MPASI), meningkatnya aktivitas fisik, serta berkembangnya kemampuan motorik anak.
Dalam situasi tersebut, pemenuhan nutrisi harian menjadi perhatian utama orang tua. Ketika porsi makan utama belum optimal, sebagian orang tua memilih memberikan susu penambah nafsu makan anak 1 tahun sebagai nutrisi pendamping guna membantu menjaga kecukupan gizi.
Susu Pendamping Melengkapi, Bukan Menggantikan
Penting dipahami bahwa susu pertumbuhan berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Anak tetap membutuhkan asupan dari sumber makanan beragam seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dari menu harian.
Susu dengan kandungan nutrisi seimbang dapat membantu mendukung metabolisme tubuh dan kesehatan pencernaan. Kondisi pencernaan yang baik sering kali berpengaruh pada selera makan anak.
Namun, orang tua tetap perlu memastikan bahwa pemberian susu tidak mengurangi minat anak terhadap makanan utama.
Flyon Kids sebagai Alternatif Nutrisi Pendamping
Salah satu produk yang digunakan sebagian orang tua sebagai pendamping nutrisi harian adalah Flyon Kids. Produk ini diformulasikan untuk anak usia dini dengan pendekatan nutrisi yang mendukung aktivitas harian serta kenyamanan pencernaan.
Perwakilan Flyon Kids menyampaikan bahwa produk tersebut dirancang untuk membantu orang tua menghadapi fase sulit makan pada anak.
“Kami memahami bahwa fase anak susah makan di usia 1 tahun cukup membuat orang tua khawatir. Flyon Kids diformulasikan sebagai nutrisi pendamping untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi harian anak, sehingga tubuh anak tetap memiliki energi dan kondisi yang mendukung nafsu makan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa produk tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengganti makanan utama.
“Pendekatan kami adalah membantu orang tua menyediakan nutrisi pendamping yang praktis dan sesuai usia, sambil tetap mendorong kebiasaan makan yang sehat dan menyenangkan bagi anak,” tambahnya.
Tetap Perlu Pendekatan Menyeluruh
Pemberian susu pertumbuhan sebaiknya dibarengi dengan pola makan seimbang, jadwal makan teratur, serta suasana makan yang positif. Variasi menu MPASI, tekstur makanan yang sesuai usia, serta keterlibatan orang tua saat waktu makan turut berperan membangun kebiasaan makan yang baik.
Jika penurunan nafsu makan berlangsung lama, disertai penurunan berat badan, lemas, atau gangguan kesehatan lainnya, orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Dengan pendekatan yang menyeluruh dan konsisten, fase susah makan pada anak umumnya dapat terlewati tanpa mengganggu proses tumbuh kembangnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




