Greenland Tolak Mentah-mentah Tawaran Kapal Rumah Sakit dari Donald Trump
TIMES Jakarta/Terdapat lima rumah sakit regional di seluruh pulau Arktik yang luas ini, dengan rumah sakit Nuuk melayani pasien dari seluruh wilayah tersebut (FOTO: Japan Today/AFP)

Greenland Tolak Mentah-mentah Tawaran Kapal Rumah Sakit dari Donald Trump

Sehari sebelumnya Donald Trump mengatakan, dia akan mengirimkan kapal rumah sakit besar ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit.

TIMES Jakarta,Selasa 24 Februari 2026, 07:45 WIB
490
W
Widodo Irianto

JAKARTADonald Trump masih saja  terus-menerus mengusik Greenland, dan kali ini ia menawarkan pelayanan kapal rumah sakit, namun ditolak mentah-mentah oleh Greenland dan Denmark.

Denmark dan wilayahnya, Greenland hari Minggu lalu menolak tawaran Donald Trump untuk mengirim kapal rumah sakit angkatan laut ke pulau Arktik yang sangat diinginkan oleh pemimpin AS itu.

Sehari sebelumnya Trump mengatakan, dia akan mengirimkan kapal rumah sakit besar ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit, dan tidak mendapatkan perawatan di sana.

Namun Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, yang memimpin pemerintahan wilayah otonom tersebut menulis di halaman Facebook-nya: "Kami akan menolak tawaran itu".

"Gagasan Presiden Trump untuk mengirim kapal rumah sakit AS ke Greenland telah kami catat. Tetapi kami memiliki sistem kesehatan masyarakat dimana perawatan gratis untuk warga negara," katanya.

"Hal ini tidak terjadi di Amerika Serikat, dimana berobat ke dokter membutuhkan biaya," tambahnya.

Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen juga mengatakan kepada stasiun televisi Denmark DR:

"Penduduk Greenland menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Mereka menerimanya di Greenland, atau, jika mereka membutuhkan perawatan khusus, mereka menerimanya di Denmark," ujarnya.

"Bukan berarti kemudian ada kebutuhan akan inisiatif perawatan kesehatan khusus di Greenland," tambahnya 

Saat Trump mengajukan usulannya itu, pasukan Denmark memang sedang mengevakuasi seorang anggota kru kapal selam AS di lepas pantai Nuuk, ibu kota Greenland, setelah pelaut tersebut meminta perawatan medis darurat.

Komando Arktik Gabungan Denmark mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook, bahwa anggota kru itu diterbangkan ke rumah sakit di Nuuk setelah terjadi keadaan darurat medis yang tidak disebutkan secara spesifik di atas kapal.

Di Greenland, seperti di Denmark, akses ke layanan kesehatan gratis bagi warga negara. Terdapat lima rumah sakit regional di seluruh pulau Arktik yang luas ini, dengan rumah sakit di ibu kota Nuuk melayani pasien dari seluruh wilayah.

Tanpa secara eksplisit menyebutkan proposal AS itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan bahwa ia senang tinggal di negara di mana akses ke layanan kesehatan gratis dan setara untuk semua.

Dimana "asuransi atau kekayaan tidak menentukan apakah seseorang menerima perlakuan yang bermartabat".

Dalam pesan Truth Social-nya pada hari Sabtu tentang kapal rumah sakit tersebut, Trump memposting gambar kapal medis Angkatan Laut AS, USNS Mercy, yang dihasilkan oleh AI. "Sedang dalam perjalanan!!!" tulisnya.

Belum jelas apakah dia akan tetap mengerahkan kapal itu ke Greenland.

Presiden AS mengindikasikan bahwa pengerahan tersebut dilakukan berkoordinasi dengan Jeff Landry, yang ditunjuk pada bulan Desember sebagai Utusan Khusus AS untuk pulau Arktik.

Aaja Chemnitz, yang mewakili Greenland di Parlemen Denmark, menulis di Facebook bahwa, meskipun sistem kesehatan Greenland memiliki sejumlah masalah, masalah tersebut paling baik diselesaikan melalui kerja sama dengan Denmark.

"Denmark adalah salah satu negara terkaya dan paling berpendidikan, misalnya di bidang perawatan kesehatan," katanya. Ia kemudian membandingkannya dengan "Amerika Serikat, yang memiliki masalah sistem perawatan kesehatannya sendiri".

Awal bulan ini, Greenland menandatangani perjanjian dengan Kopenhagen untuk meningkatkan perawatan pasien Greenland di rumah sakit Denmark.

Bank sentral Denmark telah memperingatkan pada bulan Januari bahwa keuangan publik pulau Arktik itu berada di bawah tekanan tren demografis, dengan menunjuk pada populasi yang menua dan angkatan kerja yang menyusut.

Trump berulang kali mengatakan bahwa ia percaya Amerika Serikat harus mengendalikan Greenland untuk menjamin keamanan nasional AS.

Namun ancaman-ancaman sebelumnya yang ia lontarkan untuk merebut wilayah tersebut, dengan kekerasan jika perlu, telah mereda sejak ia mencapai kesepakatan "kerangka kerja" dengan Sekretaris Jenderal NATO,  Mark Rutte untuk memastikan pengaruh AS yang lebih besar.

Menteri Pertahanan Denmark, Lund Poulsen mengatakan kepada DR bahwa ia tidak mengetahui kemungkinan kedatangan kapal rumah sakit AS yang ditawarkan Trump itu.

"Trump terus-menerus mencuit tentang Greenland. Jadi ini jelas merupakan ekspresi dari normalitas baru yang telah mengakar dalam politik internasional," katanya.

Sementara itu, di Nuuk, tempat sepertiga dari 57.000 penduduk pulau itu tinggal, orang-orang sudah lelah dengan sindiran berulang-ulang dari presiden Amerika Serikat itu 

"Saya tidak peduli," kata seorang warga Greenland di tengah salju yang tipis dan dingin ketika ditanya oleh AFP tentang pernyataan Donald Trump baru-baru ini, sementara sebagian besar orang lainnya menghindari pertanyaan wartawan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Widodo Irianto
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.