https://jakarta.times.co.id/
Berita

Belanja Rp4 Triliun Tak Menjamin Stabilitas, Ruben Amorim Pilih Tahan Diri di Bursa Transfer MU

Kamis, 01 Januari 2026 - 14:04
Belanja Rp4 Triliun Tak Menjamin Stabilitas, Ruben Amorim Pilih Tahan Diri di Bursa Transfer MU Pelatih Manchester United Ruben Amorim (Foto: (X/Fabrizio Romano)

TIMES JAKARTA, JAKARTAManchester United kembali berada dalam paradoks klasik: belanja besar belum tentu berbanding lurus dengan stabilitas performa. Lebih dari 200 juta paun digelontorkan pada bursa transfer musim panas lalu untuk mendatangkan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Senne Lammens. Namun, secara data dan performa lapangan, dampaknya belum sepenuhnya terasa.

Dari empat rekrutan tersebut, hanya Bryan Mbeumo yang menunjukkan konsistensi kontribusi. Berdasarkan statistik pertandingan, Mbeumo relatif cepat beradaptasi dengan intensitas Liga Inggris, baik dari sisi produktivitas maupun keterlibatan dalam fase menyerang. Sementara itu, Cunha dan Sesko bergantian menepi akibat cedera, membuat menit bermain mereka terfragmentasi dan sulit membangun ritme.

Senne Lammens, yang diharapkan menjadi solusi di bawah mistar, justru mencatatkan angka penyelamatan dan kebobolan yang tidak jauh berbeda dari André Onana. Dari perspektif data, ini menunjukkan bahwa masalah pertahanan MU tidak semata terletak pada individu kiper, melainkan struktur bertahan secara kolektif.

Kondisi tersebut memicu desakan suporter agar manajemen kembali agresif di bursa transfer Januari. Posisi gelandang bertahan menjadi sorotan utama. Casemiro dinilai mengalami penurunan performa seiring usia, sementara Manuel Ugarte belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Nama Ruben Neves, yang kini bermain di Al Hilal, pun masuk dalam radar spekulasi transfer.

Di sektor lain, Antoine Semenyo sempat dikaitkan dengan MU, tetapi sinyal pasar menunjukkan pemain tersebut lebih dekat ke Manchester City. Namun, alih-alih menekan manajemen untuk belanja, Ruben Amorim memilih pendekatan berbeda.

Pelatih asal Portugal itu menegaskan fokusnya pada optimalisasi sumber daya yang sudah ada. Secara manajerial, Amorim melihat faktor pemulihan cedera dan kembalinya tiga pemain dari Piala Afrika 2025 sebagai variabel penting yang belum sepenuhnya masuk dalam perhitungan performa tim.

“Kami terus berdiskusi dengan manajemen, bukan hanya karena Januari tiba. Bursa transfer bukan sekadar soal siapa yang bisa direkrut, tetapi juga apa yang benar-benar bisa ia berikan untuk skuad,” ujar Amorim, dikutip dari Sky Sports.

Ia menambahkan, prioritasnya saat ini adalah memastikan seluruh pemain pulih dan siap bersaing. Amorim juga menegaskan tidak akan menuntut pemain baru kepada petinggi klub, Jason Wilcox dan Omar Berrada.

“Mereka tahu apa yang kami butuhkan. Namun, kami juga berada dalam proses. Kami ingin berhati-hati agar tidak mengulang kesalahan di masa lalu,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan paradigma di Manchester United. Alih-alih reaktif terhadap tekanan publik, Amorim memilih strategi jangka menengah. Secara historis, bursa transfer Januari memang dikenal berisiko tinggi, dengan harga pemain cenderung melonjak dan pilihan yang terbatas.

“Jika kami harus menderita sekarang, itu tidak masalah, selama nanti kami bisa bergerak lebih leluasa di musim panas,” kata Amorim.

Dalam kacamata data dan manajemen sepak bola modern, sikap ini mencerminkan upaya MU keluar dari siklus belanja impulsif. Fokus pada efisiensi, stabilitas skuad, dan perencanaan berbasis kebutuhan menjadi taruhan besar Amorim untuk mengubah arah Setan Merah, bukan hanya dalam satu jendela transfer, tetapi untuk keberlanjutan klub. (*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.