TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pemerintah mempercepat agenda pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang melalui pembangunan hunian sementara berskala besar. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membuka rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto untuk membahas pembangunan 600 hunian oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bagi masyarakat terdampak bencana, Kamis.
Berdasarkan pantauan siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, rapat tersebut digelar sebagai bagian dari evaluasi dan peninjauan rencana pembangunan total 15 ribu rumah hunian sementara Danantara (Huntara) di sejumlah wilayah terdampak bencana.
“Telah hadir 10 menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, serta 15 direktur utama BUMN, dalam rangka meninjau 600 hunian rumah dari total 15 ribu unit yang direncanakan akan dibangun Danantara,” ujar Teddy.
Selain mengevaluasi progres pembangunan huntara tahap awal, rapat juga difokuskan pada penguatan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Dalam agenda tersebut, pemerintah pusat berdialog langsung dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, serta jajaran terkait untuk memastikan kesiapan teknis dan sosial menjelang penyerahan hunian.
Secara nasional, program pembangunan 15 ribu hunian sementara Danantara dirancang untuk menjangkau tiga provinsi. Aceh menjadi penerima terbesar dengan alokasi 12 ribu unit, disusul Sumatera Utara sekitar 2.000 unit dan Sumatera Barat sebanyak 500 unit. Skema ini menunjukkan pendekatan berbasis kebutuhan wilayah terdampak dan tingkat kerusakan pascabencana.
Pada tahap awal, sebanyak 600 unit huntara dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang. Hunian ini dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026. Bersamaan dengan penyerahan unit rumah, pemerintah juga akan menyediakan fasilitas pendukung, antara lain taman bermain anak, jaringan WiFi, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.
Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama juga melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang untuk meninjau langsung lokasi pembangunan huntara. Kunjungan lapangan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kualitas bangunan, serta kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan masyarakat terdampak banjir.
Dalam rombongan Presiden turut hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kehadiran jajaran strategis ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan berbasis kolaborasi lintas sektor. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Ratas Prabowo Bahas 600 Huntara Danantara di Aceh Tamiang, Target 15 Ribu Unit untuk Tiga Provinsi
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |