TIMES JAKARTA, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melayangkan kritik keras dan desakan kepada Amerika Serikat untuk segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya. Langkah ini diambil menyusul operasi militer AS pada Sabtu (3/1) yang berujung pada penangkapan pemimpin negara Amerika Selatan tersebut.
Dalam pernyataan resminya di Kuala Lumpur pada hari Minggu (4/1/2026), Anwar Ibrahim menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan AS yang dinilainya melampaui batas. Menurutnya, penangkapan melalui operasi militer berskala besar terhadap pemimpin negara berdaulat adalah tindakan ilegal.
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan penggunaan kekuatan yang tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat. Presiden Maduro dan istrinya harus segera dibebaskan tanpa penundaan,” tegas Anwar.
PM Anwar berpendapat bahwa penggulingan kepala pemerintahan yang sah oleh kekuatan eksternal merupakan preseden yang sangat berbahaya. Ia menilai tindakan semacam itu dapat mengikis tatanan internasional dan melemahkan kerangka hukum yang mengatur hubungan antarnegara.
Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Malaysia sangat menjunjung tinggi prinsip kedaulatan negara. Ia mendorong agar konflik ini diselesaikan melalui dialog konstruktif dan de-eskalasi, yang dianggap sebagai jalur paling kredibel untuk melindungi warga sipil dan menjaga perdamaian dunia. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: PM Anwar Ibrahim Desak AS Bebaskan Presiden Maduro
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |