TIMES JAKARTA, PACITAN – Api unggun dan pentas seni mewarnai malam puncak Kemah Orientasi Kepalangmerahan sekaligus Penerimaan Anggota Baru (PAB) Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 2 Tulakan, Kabupaten Pacitan, Kamis (25/12/2025) malam.
Kegiatan ini menjadi penanda resmi dimulainya perjalanan puluhan anggota baru PMR dengan suasana khidmat namun tetap hangat dan meriah.
Prosesi dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dengan penyalaan api unggun di lapangan sekolah. Setelah api menyala tinggi sebagai simbol semangat dan solidaritas, acara langsung dilanjutkan dengan pentas seni yang dibawakan para calon anggota PMR secara berkelompok.
Sejumlah penampilan seni tradisional menjadi suguhan utama malam itu. Tari Sekar Delimo membuka rangkaian pentas, disusul Tari Menjeng dan Tari Genjah Gumiwang yang tampil dinamis. Penonton yang memadati area api unggun tampak antusias menyaksikan setiap penampilan.

Suasana semakin hidup ketika kelompok berikutnya membawakan Tari Angguk Jos yang energik dan ceria. Tepuk tangan riuh mengiringi penampilan para siswa yang tampil percaya diri di bawah cahaya api unggun.
Selain tari, unsur edukasi juga dihadirkan melalui Drama Pengembala Biri-biri. Drama tersebut menyampaikan pesan moral tentang kejujuran dan tanggung jawab, sejalan dengan nilai-nilai dasar kepalangmerahan.
Rangkaian acara ditutup dengan Senam Sipong yang diikuti bersama, mencairkan suasana dan menghadirkan tawa para peserta.
Pembina PMR SMPN 2 Tulakan, Agung Murjiawan, mengapresiasi dedikasi dan kerja keras para siswa. Menurutnya, pentas seni dalam kemah orientasi bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari pembentukan karakter anggota PMR.
“Anak-anak belajar bekerja sama, berani tampil, dan percaya diri. Ini penting untuk membentuk mental relawan sejak dini,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menilai kualitas penampilan siswa tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Agung optimistis anggota baru PMR SMPN 2 Tulakan akan tumbuh menjadi relawan yang tidak hanya sigap secara teknis, tetapi juga memiliki mental kuat dan kreativitas tinggi.
Kegiatan yang berakhir menjelang tengah malam itu ditutup dengan doa bersama dan sesi foto di sekitar sisa api unggun. Bagi para anggota baru, malam tersebut menjadi momen awal yang berkesan dalam perjalanan mereka di organisasi kemanusiaan di bawah naungan PMI.
Kemah Orientasi Kepalangmerahan SMPN 2 Tulakan 2026 pun menegaskan bahwa pendidikan karakter dapat dikemas secara sederhana, menyenangkan, dan tetap sarat nilai. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Api Unggun dan Pentas Seni Warnai Penerimaan Anggota Baru PMR SMPN 2 Tulakan Pacitan
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |