TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat struktur petugas haji dengan melibatkan unsur TNI dan Polri, sebagai upaya memperkokoh disiplin kerja dan kesiapsiagaan petugas sipil di lapangan.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, keterlibatan TNI-Polri bukan semata untuk pengamanan, melainkan sebagai penguat manajemen operasional haji yang semakin kompleks.
“Kami membutuhkan fisik, disiplin, dan kemampuan membaca medan di lapangan. Itu menjadi alasan kami menambah personel TNI-Polri,” ujar Menhaj Irfan Yusuf usai membuka Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) 2026 di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, Kamis.
Belajar dari Evaluasi Penyelenggaraan Haji
Menurut Menhaj, keputusan tersebut lahir dari evaluasi penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya. Tingginya kepadatan jemaah, mobilitas ekstrem, serta potensi kondisi gawat darurat menuntut kesiapan fisik dan koordinasi yang lebih solid di antara para petugas.
Atas dasar itu, Kemenhaj menambah keterlibatan personel TNI dan Polri dalam struktur petugas haji 2026. Jumlah yang dilibatkan mencapai 183 personel, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 75 orang.
Penambahan ini dipandang sebagai investasi pada kualitas layanan, bukan sekadar penambahan kuantitas petugas.
Teladan Disiplin dan Pola Kerja Terukur
Gus Irfan—sapaan akrab Menhaj—menjelaskan, kehadiran personel TNI dan Polri diharapkan menjadi contoh nyata penerapan disiplin, ketepatan prosedur, serta pola kerja yang terukur bagi seluruh petugas haji.
“Dan itu yang kami minta untuk ditularkan oleh teman-teman TNI-Polri kepada petugas haji lainnya yang bertugas tahun ini,” katanya.
Selain dibekali kemampuan pengamanan dan koordinasi lapangan, personel TNI dan Polri juga mendapatkan pelatihan pelayanan umum. Mereka diharapkan dapat terlibat langsung membantu jemaah, khususnya lanjut usia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik, selama rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Menuju Layanan Haji yang Lebih Solid
Dengan pendekatan kolaboratif ini, Kemenhaj optimistis koordinasi antarpetugas akan semakin solid dan responsif. Kehadiran personel dengan latar belakang kedisiplinan tinggi diyakini mampu meningkatkan ketahanan sistem layanan di tengah dinamika lapangan yang kompleks.
“Insya Allah kualitas pelayanan jemaah dapat meningkat dibandingkan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya,” tutur Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola haji nasional, dengan menempatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan jemaah sebagai prioritas utama.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Libatkan TNI-Polri, Pemerintah Perkuat Disiplin Layanan Haji 2026
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |