TIMES JAKARTA, JAKARTA – Debut di panggung Grand Slam selalu menjadi ujian mental dan teknis. Bagi Janice Tjen, Australian Open 2026 bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan tentang mengukur jarak dengan level elite dunia. Di babak kedua, langkah petenis putri Indonesia itu harus terhenti setelah kalah dari mantan petenis nomor satu dunia, Karolina Pliskova.
Bertanding di Lapangan 7 Melbourne Park, Kamis (22/1/2026), Janice Tjen menyerah dalam dua set langsung 4-6, 4-6, setelah duel selama satu jam 38 menit, sebagaimana tercatat di laman resmi Australian Open. Skor memang berpihak pada Pliskova, tetapi jalannya laga menyimpan cerita lain tentang daya saing Janice.
Secara statistik, petenis berusia 23 tahun itu justru tampil agresif. Janice mencatatkan tujuh ace dan 27 winner, unggul cukup jauh dibanding Pliskova yang membukukan tiga ace dan 20 winner. Data ini menunjukkan bahwa servis dan keberanian menyerang Janice mampu menekan lawan yang lebih berpengalaman.
Pada set pertama, Janice Tjen membuka pertandingan dengan merebut gim awal. Namun Pliskova, finalis US Open 2016, merespons cepat dengan mengambil alih ritme dan unggul 5-3. Janice sempat memperkecil jarak menjadi 4-5, tetapi pengalaman Pliskova berbicara pada gim penentuan untuk mengamankan set pembuka.
Skenario serupa terjadi pada set kedua, meski berlangsung lebih ketat. Setelah tertinggal dua gim, Janice Tjen perlahan mengejar hingga kedudukan 4-5. Sayangnya, pada gim kesepuluh, kesalahan forehand membuat momentum beralih, sekaligus menutup peluang memaksakan set penentuan.
Meski tersingkir, perjalanan Janice Tjen di Melbourne patut dicatat. Pada babak pertama, ia membuat kejutan besar dengan menyingkirkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, lewat kemenangan straight set. Itu menjadi penanda bahwa Janice tidak sekadar numpang lewat di undian utama.
Tren positif ini juga terlihat dalam kiprahnya di Grand Slam sebelumnya. Pada US Open 2025, Janice Tjen lolos dari babak kualifikasi, menundukkan unggulan ke-24 Veronika Kudermetova, sebelum akhirnya terhenti di babak kedua oleh Emma Raducanu.
Di sektor ganda, Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis Polandia Katarzyna Piter juga harus angkat koper lebih awal setelah kalah dari pasangan tuan rumah pada Rabu (21/1).
Kekalahan dari Pliskova memang menutup langkah Janice Tjen di Australian Open tahun ini. Namun, konsistensi menembus babak utama Grand Slam dan keberanian melawan pemain papan atas menjadi sinyal kuat: tenis putri Indonesia mulai memiliki wakil yang mampu berbicara di level global. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Langkah Janice Tjen Terhenti, Sinyal Kuat dari Debut Australian Open
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |