https://jakarta.times.co.id/
Berita

Iran Ancam Bakar Amerika, Trump Ancam Musnahkan Iran

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:48
Iran Ancam Bakar Amerika, Trump Ancam Musnahkan Iran Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara selama pertemuan di Teheran, Iran, 17 Januari 2026. (FOTO: PBSNews/Reuters)

TIMES JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat tensinya tidak mereda tapi justru semakin meninggi, terbaru Iran mengancam akan membakar Amerika bila mengambil tindakan terhadap Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei sebaliknya Donald Trump mengancam akan memusnahkan Iran jika mengincar keselamatan jiwanya.

Selasa kemarin Iran memperingatkan Donald Trump untuk tidak mengambil tindakan apa pun terhadap Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, beberapa hari setelah presiden AS itu menyerukan diakhirinya pemerintahan Khamenei yang hampir 40 tahun.

"Trump tahu bahwa jika ada uluran tangan agresi yang diarahkan kepada pemimpin kami, kami tidak hanya akan memotong tangan itu tetapi juga akan membakar dunia mereka," kata juru bicara angkatan bersenjata Iran, Jenderal Abolfazl Shekarchi.

Sabtu lalu, dalam sebuah wawancara dengan media Politico, Donald Trump telah menuduh pemimpin tertinggi Iran itu orang sakit yang seharusnya memimpin negaranya dengan benar dan berhenti membunuh orang, dengan menambahkan bahwa "sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran."

Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS, Selasa kemarin, jumlah korban tewas dalam unjukrasa di Iran mencapai setidaknya 4.484 orang.

Kantor berita tersebut telah akurat selama bertahun-tahun demonstrasi dan kerusuhan di Iran, dengan mengandalkan jaringan aktivis di dalam negeri Iran yang mengkonfirmasi semua korban jiwa yang dilaporkan.

Namun Associated Press belum bisa mengkonfirmasi angka tersebut secara independen.

Jumlah korban tewas itu melebihi jumlah korban tewas dalam aksi protes atau kerusuhan lainnya di Iran dalam beberapa dekade terakhir, dan mengingatkan pada kekacauan yang terjadi di sekitar revolusi tahun 1979 yang kemudian melahirkan Republik Islam.

Meskipun sudah tidak ada protes selama beberapa hari terakhir ini, tetap ada kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat secara signifikan seiring dengan munculnya informasi secara bertahap dari negara yang masih berada di bawah penutupan internet yang diberlakukan pemerintah Iran sejak 8 Januari.

Khamenei juga mengakui pada hari Sabtu lalu, bahwa protes tersebut telah menyebabkan "beberapa ribu" orang tewas dan ia menyalahkan Amerika Serikat. Ini adalah indikasi pertama dari seorang pemimpin Iran tentang besarnya jumlah korban.

Menurut kantor itu, 26.127 orang lainnya telah ditangkap.

Komentar dari para pejabat di Iran telah menimbulkan kekhawatiran bahwa sebagian dari mereka yang ditahan itu akan dieksekusi mati. Iran adalah salah satu negara dengan tingkat eksekusi tertinggi di dunia.

Kepala Kepolisian Nasional Jenderal Ahmad Reza Radan mengatakan bahwa mereka yang menyerahkan diri akan menerima perlakuan yang lebih ringan daripada mereka yang tidak menyerahkan diri.

"Mereka yang tertipu oleh dinas intelijen asing, dan secara praktis menjadi tentara mereka, memiliki kesempatan untuk menyerahkan diri," kata Radan dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran pada hari Senin. "Jika menyerah, pasti akan ada pengurangan hukuman. Mereka memiliki waktu tiga hari untuk menyerahkan diri."

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang akan terjadi setelah tiga hari tersebut.

Musnahkan Iran

Sementara itu Presiden Donald Trump telah memberi instruksi untuk memusnahkan seluruh Iran jika mereka mencoba melaksanakan ancaman mereka untuk membunuhnya.

Trump mengumumkan bahwa ia bersumpah akan menghancurkan Iran jika negara itu melaksanakan ancamannya terhadap dirinya

Dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita Amerika News Nation, Trump mengungkapkan bahwa ia telah memberikan instruksi yang sangat ketat untuk "menghapus Iran dari muka bumi" jika negara itu mencoba melaksanakan ancamannya untuk membunuhnya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan "Katie Pavlish Tonight" dari News Nation, yang bertepatan dengan peringatan satu tahun pelantikannya untuk masa jabatan keduanya sebagai presiden, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menanggapi seluruh Iran jika Teheran melaksanakan ancamannya.

 "Jika terjadi sesuatu, Iran akan hancur total, dan saya akan menyerang mereka dengan sangat keras. Saya telah memberikan instruksi yang sangat tegas mengenai hal itu," kata Trump kepada pembawa acara, Katie Pavlish.

Trump mengkritik mantan Presiden Joe Biden karena tidak menanggapi ancaman Iran dengan lebih tegas selama masa kepresidenannya.

Trump menambahkan bahwa "presiden harus membela presiden," yang mengindikasikan bahwa ia akan merespons dengan tegas bahkan jika ancaman tersebut ditujukan kepada "seseorang, meskipun sudah bukan presiden lagi".

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat tensinta semakin meninggi, terbaru keduanya saling mengancam dengan keras dimana Iran mengancam akan membakar Amerika bila mengambil tindakan terhadap Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei sebaliknya Donald Trump juga mengancam akan memusnahkan Iran jika mengincar keselamatan jiwanya.(*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.