TIMES JAKARTA, JAKARTA – Perlintasan perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir akan dibuka kembali pekan depan untuk perjalanan dua arah.
Kabar baik ini diumumkan oleh Ali Shaath, Ketua Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, pada Kamis (22/1/2026) dalam acara penandatanganan piagam Dewan Perdamaian di Davos.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa penyeberangan Rafah akan dibuka pekan depan untuk dua arah bagi warga Palestina di Gaza,” ujar Shaath. Ia menyebut Rafah sebagai “jalur kehidupan dan simbol harapan” yang menandakan Gaza tidak lagi tertutup dari masa depan.
Latar Belakang Pembentukan Komite Transisi
Pengumuman ini sejalan dengan pembentukan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, sebuah badan teknokratik beranggotakan 15 orang yang ditunjuk untuk mengawasi transisi pemerintahan pascaperang di Gaza. Komite ini merupakan bagian dari rencana 20 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik dan membangun kembali Gaza.
Ali Shaath, yang ditetapkan sebagai ketua pekan lalu, adalah figur nonpartisan dengan latar belakang keahlian teknis yang kuat.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri dan Sekretaris Jenderal Otoritas Palestina, dengan spesialisasi di bidang infrastruktur, perencanaan, dan administrasi publik.
Profil Ali Shaath:
-
Lahir: 1958 di Khan Younis, Gaza selatan.
-
Pendidikan:
-
Sarjana & Magister Teknik Sipil, Universitas Ain Shams, Kairo.
-
Doktor Teknik Sipil, Queen’s University, Inggris (1989).
-
-
Pengalaman: Teknokrat dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan tata kota.
Penunjukan Shaath mencerminkan upaya untuk menempatkan rekonstruksi Gaza di tangan para profesional, mengingat rusaknya infrastruktur secara massif setelah perang yang menewaskan lebih dari 71.000 orang dan melukai 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.(*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Faizal R Arief |